Bermasalah, PKS Minta Pilkada Tak Serentak di 2024

- Senin, 4 Januari 2021 | 16:28 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.comPartai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng berharap jadwal pemilu serentak 2024 dikembalikan direvisi. Alasannya, banyak persoalan jika Pilkada serentak dibarengkan dengan Pileg dan Pilpres 2024.

Ketua DPW PKS Jateng, M Haris menjelaskan ada dua persoalan yang mesti dihadapi jika UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada itu tak direvisi. Pertama, melihat evaluasi Pemilu serentak 2019 maka panitia pemungutan suara begitu kerepotan dan kelelahan saat dilakukan coblosan untuk beberapa pemilihan sekaligus, yaitu Pilpres, Pileg, Pilgub, DPD dan Pilkada.

Proses penghitungan perolehan suara hingga larut malam. Akibatnya, banyak panitia pemungutan suara yang meninggal karena kecapekan dan bahkan meninggal dunia.

Baca Juga: Ganjar: Angka Partisipasi Pilkada Serentak 2020 di Jateng Capai 74,34 Persen

Baca Juga: Pilkada Serentak 2020 Memberikan Sentimen Positif

“Kami akan menunggu pembahasan itu (Revisi UU 10/2016) apakah ditarik ke 2022 dan 2023,” kata Haris di Kantor DPW PKS Jateng di Semarang, Senin (4/1).

Jika melihat rumitnya pemilu serentak 2019 maka DPW PKS Jateng meminta jadwal Pilkada dikembalikan seperti semula, yakni 2022 dan 2023. Sementara Pilpres dan Pileg pada 2024.

Baca Juga: Anggaran Covid-19 Baru Terealisasi 28.13%, PKS Tanya Kenapa?

Alasan berikutnya adalah, Pemilu 2024 serentak akan membawa konsekuensi yang tak tepat bagi rakyat. Bagi daerah yang bupati atau wali kotanya habis masa jabatan pada tahun depan, maka setidaknya akan ada penjabat (Pj) bupati/wali kota selama 2,5 tahun.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kenangan Bersama Pak Korea, Legenda Basket Jateng

Selasa, 30 November 2021 | 20:54 WIB
X