Pilwakot Semarang 2020, Hendi-Ita Raih 91,56 Persen Suara

- Kamis, 17 Desember 2020 | 22:01 WIB
KPU Kota Semarang saat menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Semarang, di Hotel Patra Jasa, baru-baru ini.
KPU Kota Semarang saat menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Semarang, di Hotel Patra Jasa, baru-baru ini.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pasangan calon (Paslon) tunggal Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) dinyatakan unggul sangat telak perolehan suara, dalam kontestasi Pilwakot Semarang 2020. Hasil itu diketahui usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Semarang yang berlangsung selama sembilan jam. Jangka waktu itu berlangsung karena KPU harus mencocokan kembali data yang didapat dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang. Hasil akhir kalkulasi, Hendi-Ita meraup 91,56 persen suara, sementara kolom kosong mendapat 8,44 persen suara.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, menyatakan, pasangan Hendi-Ita memperoleh 716.693 suara sedangkan kolom kosong memperoleh 66.071 suara. Hasil itu diperoleh dari rekap suara di 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Dari jumlah total 1.174.068 Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 805.524 pemilih menggunakan haknya pada pesta demokrasi Pilwakot Semarang 2020.

''Rinciannya, 782.764 suara sah dan 22.760 suara tidak sah. Dinyatakan tidak sah karena kertas suara tidak memenuhi syarat sesuai aturan. Ada yang dibolongi, ada yang dicoblos dua-duanya,'' ujar dia, usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Semarang, di Hotel Patra Jasa.

Selanjutnya KPU akan menunggu 3x24 jam atau maksimal lima hari kerja, hingga terbitnya Buku Register Perkara Konstitusi (BPRK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). Bila tidak ada sengketa yang tercatat dalam BPRK, maka dapat dilakukan penetapan calon. Dia mengungkapkan, partisipasi pemilih pada Pilwakot Semarang 2020 mencapai 68,62 persen. Menurutnya, partisipasi pesta demokrasi kali ini paling tinggi dalam sejarah Pilwalkot Semarang. Disampaikannya, partisipasi pemilih pada Pilwalkot Semarang 2005 hanya mencapai 66 persen, 60 persen pada 2010, dan 65 persen pada 2015.

''Cara penghitungannya, kami berpatokan pada metode lama. Jumlah surat suara yang digunakan, dibagi DPT kemudian dikali 100 persen,'' ungkap Nanda, sapaan akrabnya.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 tidak berpengaruh pada tingkat partisipasi. Terbukti, tingkat partisipasi justru naik dibanding gelaran Pilwakot sebelum-sebelumnya. Meski demikian, partisipasi tersebut masih dibawah target nasional.

''Walau masih di bawah target, penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 dengan satu Paslon dapat berjalan baik. Menunjukkan hal itu sudah luar biasa," papar Nanda.

Sementara itu, Wali Kota Semarang yang terpilih kembali dalam Pilwalkot Semarang 2020, Hendi, menyampaikan, hasil perolehan suara yang didapatkan ternyata tidak jauh beda dari penghitungan cepat yang dilakukan oleh tim pemenangannya. Ada perbedaan penghitungan, namun hanya terpaut selisih yang sedikit saja.

''Tim pemenangan menghitung, perolehan suara 91,59 persen. Sementara hasil rekapitulasi penghitungan suara dari KPU sebesar 91,56 persen. Artinya penghitungan telah sesuai, walau ada selisih terbilang kecil,'' terang dia, saat ditemui di lobi kantornya, Kamis (17/12).

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Kenangan Bersama Pak Korea, Legenda Basket Jateng

Selasa, 30 November 2021 | 20:54 WIB

Porvit Kudus dan Vita Solo Terbaik Kejurprov U-17

Minggu, 28 November 2021 | 12:22 WIB
X