Pilkada Serentak 2020 Memberikan Sentimen Positif

- Kamis, 10 Desember 2020 | 20:12 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

Menurut Fritz, Pilkada Serentak 2020 adalah ujian demokrasi. “Pemilihan di AS, Korea Selatan, Singapura, memiliki persoalan yang berbeda dengan Indonesia. Kita bisa melaksanakan agenda demokrasi ini dengan tingkat partisipasi yang ada dan dengan berbagai persoalannya,” ujarnya.

Fritz juga mengungkapkan catatan Bawaslu selama pemungutan suara di TPS dan pelanggaran yang terjadi. Dengan Siswalu, Bawaslu mendapatkan data dari 225.000 TPS dari 298.000 TPS. “Hasil pengawasan kami dari Siswalu yang mencakup 74% dari seluruh TPS menemukan, sebelum hari H atau sebelum pemungutan, dari 100 ribu TPS yang sudah masuk datanya, terjadi 18 ribu pelanggaran dengan berbagai jenis,” ungkapnya.

Selain itu, Fritz juga menyebut masih ada persoalan klasik dalam Pilkada ini. Misalnya,  orang yang memenuhi syarat untuk memilih, tapi tidak bisa memilih. Ada orang yang tidak memiliki hak pilih tapi bisa mencoblos, ada orang yang bisa mencoblos tapi mencontreng, surat suara tertukar, masih adanya persoalan di TPS seperti DPT tidak ditempel, KPPS yang memberi tanda di kertas suara, tidak menandatangani kertas suara. “Itu hal klasik yang hampir selalu terjadi di setiap pemilihan. Itu temuan Bawaslu dalam Pilkada Serentak 2020,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

ABTI Jateng Diminta Jaga Tradisi Cetak Pemain Nasional

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:45 WIB

Andy Susanto Ketua KBI Salatiga Masa Bakti 2021-2025

Senin, 24 Januari 2022 | 09:15 WIB

Terpilih Aklamasi, Suyantoro Pimpin Inkado Jateng

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Asiafi Salatiga Seleksi Atlet Senam Aerobik

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:15 WIB

Menpora Puas Dengan Prokes IBL 2022

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:02 WIB

Pemain Siap Tempur, Satya Wacana Siap Bersaing di IBL

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB
X