Upayakan Penangguhan Sanksi WADA, KOI dan LADI Kebut Proses Penyelesaian

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:39 WIB
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (Foto: NOC Indonesia)
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) terus mengebut proses penyelesaian sanksi yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Ketua Umum KOI sekaligus Ketua Tim Percepatan Pelepasan Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari, mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan jawaban pasti terkait waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah tersebut.

Namun Raja Sapta Oktohari menegaskan, timnya bertekad untuk bekerja maksimal guna mempercepat penangguhan sanksi WADA.

“Saya sudah bilang kepada seluruh stakeholder bahwa kami tidak punya waktu banyak apalagi satu tahun, kalau bisa satu bulan juga jangan,” kata Raja Sapta Oktohari dalam konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Kalah dari Australia, Timnas Indonesia Diminta Tampil Lebih Percaya Diri

“Dan ini sudah dibuktikan oleh LADI yang telah menyelesaikan 24 pending matters (permasalahan yang tertunda) dalam waktu kurang dari 48 jam,” kata Okto.

Raja Sapta Oktohari mengatakan, bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Presiden WADA Witold Banka di General Assembly Asosiasi Komite Olimpiade Nasional (ANOC) di Crete, Yunani.

Ia menuturkan bahwa WADA membuka diri untuk membantu LADI dalam menyelesaikan masalahnya hingga bisa mendapatkan status compliance (kepatuhan).

“Alhamdulillah dapat respons langsung dari WADA. Mereka bahkan membuka diri kalau seandainya ada kendala bisa hubungi langsung mereka,” tutur Okto.

Baca Juga: AC Milan Catat Start Terbaik dalam 67 Tahun, Bersiap Hadapi AS Roma

“Janji mereka (WADA) kalau semua sudah compliance, mereka akan melakukan rapat dan mengambil tindakan yang tepat untuk Indonesia,” tambah dia.

Sementara itu, Wakil Ketua LADI Rheza Maulana mengklaim bahwa pihaknya telah menuntaskan 24 pending matters sebagai syarat pembebasan sanksi WADA.

Meski demikian, mereka masih harus melengkapi persyaratan lainnya, antara lain melakukan perjanjian kerja sama dengan induk organisasi olahraga dan tes doping.

Sementara terkait tunggakan LADI kepada laboratorium anti-doping di Qatar, kata Rheza, sudah dilunasi oleh pemerintah sehingga LADI saat ini hanya perlu menunggu pengawasan dari Lembaga Anti-Doping Jepang (JADA) sebagai salah satu lembaga anti-doping yang sudah terakreditasi dan terstandardisasi secara internasional.

“Selanjutnya setelah ini adalah kami akan rapat dengan JADA untuk menentukan waktu yang pas untuk supervisi dan seperti apa bentuk supervisinya. Yang penting adalah berapa lama supervisi dilakukan,” kata Rheza.

“Kalau kami dianggap sudah memenuhi kriteria dan mandiri, JADA akan melaporkan secara berkala kepada WADA. Kalau yang dilaporkan baik maka kami bisa dapat status compliance lebih awal daripada setahun," tandasnya.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar, Ini Penyebabnya

Rabu, 29 Desember 2021 | 11:11 WIB

KONI Jateng Ingin PON Aceh-Sumut Tetap 2024

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:08 WIB

Manfaat Olahraga Skipping, Ampuh Menaikkan Tinggi Badan?

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:24 WIB

Kejuaraan Pencak Silat AUB Cup: USM Sabet 3 Medali

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:36 WIB

Kejurprov Kickboxing Jateng Jaring Atlet Potensial

Minggu, 19 Desember 2021 | 10:28 WIB

Salatiga Juara Umum Kejurprov Muaythai

Senin, 13 Desember 2021 | 19:49 WIB
X