Pilwakot Semarang, LDII Wajibkan Warganya Datang ke TPS

- Senin, 2 November 2020 | 05:45 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - DPD LDII Kota Semarang mewajibkan anggotanya datang ke TPS menggunakan hak pilihnya pada Pilwalkot, 9 Desember mendatang. Hal tersebut dinyatakan Ketua DPD LDII Kota Semarang, Suhindoyo dalam kegiatan sosialisasi Pilkada yang berlangsung di komplek masjid Al Wali, Sabtu (31/10)

"Dalam hal LDII memiliki kebijakan sendiri. Jadi semua warga LDII wajib hadir di TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada Desember mendatang," Papar Ketua DPD LDII Kota Semarang, Suhindoyo.

Suhindoyo menambahkan Kota Semarang pada Desember mendatang akan melakukan Pilkada sehingga untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat dilakukan sosialisasi yang dilakukan oleh KPU  kepada ormas-ormas dengan minimal yang hadir 100 orang. "Ini menindaklanjuti sosialisasi dari KPU kepada ormas-ormas untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait dengan Pilwakot 2020," tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, 16 Pengurus Cabang (PC), PAC Perwakilan, Penasihat PC dan DPD. "Mereka yang hadir mayoritas pemilih pemula. Sehingga dari sosialisasi yang sampaikan,  PC dan PAC bisa menerima,'' jelas Ketua Panitia, Gus Zein.

Baca juga: Pilwakot Semarang, Alumni USM Edukasi Masyarakat Pentingnya Hadir ke TPS

Selain itu, tambah Gus Zein, kegiatan sosialisasi ini agar warga LDII baik yang pemula maupun yang sudah pernah melakukan pencoblosan menjadi tahu. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini warga dapat semakin bersemangat untuk mengubah Kota Semarang menjadi yang terbaik dan hebat.

Komisioner Divisi Hukum KPU Kota Semarang, Suyanto mengatakan terus memperluas sosialisasi pada masyarakat yang dilakukannya hampir setiap hari. Untuk memaksimalkan dan lebih efektif, KPU juga menggandeng organisasi berbasis massa (ormas). Kerja sama dilakukan untuk mengajak masyarakat dalam menyukseskan Pilwakot yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Sosialisasi ini membahas secara teknis pencoblosan. Sehingga partisipasi dalam pesta demokrasi menghasilkan suara yang tinggi dan hasil yang diperoleh sah,'' jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian utama. Hal ini agar pilkada mendatang tidak melahirkan klaster baru. "Tentunya semua perlengkapan disiapkan, sudah dikoordinasikan, termasuk SDM-nya. Penekanan kesehatan merupakan hal yang penting, sehingga protokol kesehatan dan 3M merupakan prosedur yang wajib dilakukan," katanya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

KONI Semarang-SMN Komitmen Majukan Olahraga

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:46 WIB

Dua Pemain Asing Satya Wacana Siap Tampil

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:38 WIB

ABTI Jateng Diminta Jaga Tradisi Cetak Pemain Nasional

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:45 WIB

Andy Susanto Ketua KBI Salatiga Masa Bakti 2021-2025

Senin, 24 Januari 2022 | 09:15 WIB

Terpilih Aklamasi, Suyantoro Pimpin Inkado Jateng

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Asiafi Salatiga Seleksi Atlet Senam Aerobik

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:15 WIB

Menpora Puas Dengan Prokes IBL 2022

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:02 WIB
X