Buntut Bendera Indonesia di Piala Thomas Cup 2020, Menpora Minta Maaf Hingga Bentuk Tim Investigasi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 18:29 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, angkat bicara terkait buntut sanksi yang diberikan WADA terhadap LADI.

Menpora Amali menyampaikan permohonan maafnya atas insiden bendera merah putih tak berkibar di ajang Piala Thomas Cup 2020.

"Saya meminta maaf atas kejadian yang membuat kita semua tidak enak dan tidak nyaman (di Piala Thomas 2020)," ujar Zainudin Amali, dalam keterangan persnya yang berlangsung secara virtual pada Senin, 18 Oktober 2021.

Disampaikan oleh Menpora, terkait teguran TDP (Tes Doping Plan) sudah diklarifikasi dan mendapatkan respon baik dari WADA.

Baca Juga: Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Digital Jadi Kunci Percepatan Capaian Target Cetak Biru MEA 2025

Tidak hanya itu, lewat rakor internal bersama NOC dan LADI ternyata baru diketahui ada pending matters dari transisi kepengurusan lama yang juga perlu penyelesaian secara cepat.

"Tidak ada menganggap remeh, ini hal serius, waktu saya sampaikan beberapa waktu lalu berdasarkan laporan yang saya terima hanya masalah TDP, jadi setelah kita klarifikasi seharusnya sudah tidak ada masalah," tegas Menpora Amali.

Oleh sebab itu, Menpora dalam rakor internal yang dihadiri oleh Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan Sekjen LADI Dessy Rosmelita langsung membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi.

Dengan menunjuk Ketua Tim yakni Ketua NOC Indonesia yang beranggotakan Sekjen NOC, dari LADI 2 orang.

Baca Juga: Jadi Kapten Timnas Badminton di Thomas Cup 2020, Ini Perjalanan Karir Hendra Setiawan

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X