Berawal dari Posyandu, Omset Memupuk Babak Baru

Nugroho
- Sabtu, 26 September 2020 | 20:30 WIB
Berawal dari Posyandu, Omset Memupuk Babak Baru. (suaramerdeka.com/dok)
Berawal dari Posyandu, Omset Memupuk Babak Baru. (suaramerdeka.com/dok)

SEBAGAI bagian menyakinkan pembeli, kumpulan ibu-ibu PKK yang mengusung merek olahan makanan sehat (Omset) Balongan, Indramayu ini berupaya transparan. Semua proses pembuatannya bisa disaksikan mulai dari nol. Salah satunya memanfaatkan sosial media.

"Kita dokumentasikan saat produksi. Jadi kita tak mau sekadar omongan saja, kita sertakan buktinya, kalau tak seperti itu, produk kita akan dianggap biasa-biasa saja, makanya kita juga tak jarang live lewat FB, memperlihatkan cara bikinnya," kata penanggung jawab bidang pemasaran, Yuliani (38) saat dihubungi Jumat (26/9).

Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan sebagai pembeda. Lebih-lebih di saat pandemi Covid-19. Masyarakat tak bisa beraktivitas secara leluasa. Omset pun terkena imbas. Tak berproduksi selama lima bulan, sebelum kelompok yang digawangi ibu-ibu PKK di Blok Pesisir, Balongan itu memulai kembali aktivitasnya.

Kenapa harus ada pembeda, katanya, mengingat produk tersebut sebenarnya sudah umum. Di antaranya merupakan frozen food. Produknya seperti pempek, baso, siomay, dan nugget. Hanya saja, dia menyebut produknya berani diadu termasuk untuk rasa dan kadar gizinya. Lebih dari itu, bahan bakunya adalah dominan ikan.

"Karena awalnya, Omset ini kan untuk kegiatan Posyandu dua tahun lalu, sebagai makanan pendamping, dalam rangka mencegah stunting, supaya anak tak kurang gizi. Tapi ternyata banyak yang merespon positif, ya sudah kita kembangkan, karena ini kan berarti gayung bersambut," katanya.

Mereka pun mulai menyasar kawasan sekolah taman kanak-kanak, kegiatan senam atau olahraga, hingga arisan. Jurus pemasarannya di antaranya menekankan bahwa produk tersebut non MSG dan tanpa pengawet.

Tak jarang, ibu-ibu itu menjadikan anaknya sebagai alat promosi, betapa Omset cocok dikonsumsi sebagai makanan sehat. Dalam.perkembangannya, PT Pertamina (Persero) melalui Integrated Terminal Balongan, Marketing Operation Region (MOR) III ikut memberikan dukungan di antaranya peralatan produksi seperti penggilingan.

"Karena produk kita ini bisa jadi solusi buat anak yang tak suka makan ikan, banyak duri-lah dan alasan lainnya. Kita bikin nugget ikan. Kita variasikan bentuk nuggetnya seperti bintang, stik, kotak-kotak. Tahunya mereka kan nugget dari ayam. Begitu disajikan ternyata ludes, anak-anak suka," kata Yuliani.

Sampai kemudian wabah Covid-19, datang. Mereka pun vakum. Agustus lalu, Omset kemudian memutuskan kembali aktif. Penyesuaian langsung dilakukan. Kapasitas produksi masih terbatas hanya sekitar 4 Kg. Pemasaran hingga distribusi berubah. Mereka mulai memaksimalkan saluran daring. Di antaranya sosial media dan aplikasi pesan.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar, Ini Penyebabnya

Rabu, 29 Desember 2021 | 11:11 WIB

KONI Jateng Ingin PON Aceh-Sumut Tetap 2024

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:08 WIB

Manfaat Olahraga Skipping, Ampuh Menaikkan Tinggi Badan?

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:24 WIB

Kejuaraan Pencak Silat AUB Cup: USM Sabet 3 Medali

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:36 WIB

Kejurprov Kickboxing Jateng Jaring Atlet Potensial

Minggu, 19 Desember 2021 | 10:28 WIB
X