Partai Politik Diminta Tidak Mengusung Calon Kepala Daerah Mantan Pengguna Narkoba

- Sabtu, 4 Juli 2020 | 21:15 WIB
Partai Politik diminta tidak mengusung calon kepala daerah yang mantan pengguna narkoba. (istimewa)
Partai Politik diminta tidak mengusung calon kepala daerah yang mantan pengguna narkoba. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Partai Politik diminta tidak mengusung calon kepala daerah mantan pengguna narkoba. Sebab seseorang yang pernah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba berpotensi kambuh kembali.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat.

"Kuncinya bukan dipilih atau tidak dipilih oleh rakyat, tapi (mantan pengguna narkoba itu) dicalonkan atau tidak oleh partai. Jadi kuncinya ada di partai. Kalau partai tidak mau kan tidak ada calon itu, kecuali kalau mereka maju independen," ujar Henry kepada wartawan, Sabtu (4/7).

Henry menambahkan, partai politik harus memperketat seleksi bakal calon kepala daerah yang bakal diusung pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Jangan sampai partai politik tidak melihat rekam jejak calon yang bakal diusung pada hajatan dan pesta demokrasi daerah lima tahunan tesebut.

"Yang pasti orang yang pernah menjadi pecandu (narkoba) tingkat kemungkinan akan kambuh lagi itu sangat besar. Artinya selagi masih ada calon lain kenapa mesti orang yang pernah menjadi pecandu. Lagi pula kalau dia pernah menjadi pengguna musiman kemungkinan juga akan kambuh lagi itu sangat besar. Artinya kita ini kan memilih calon kepala daerah. Calon kepala daerah ini sebisa mungkin orang yang secara akhlaknya baik dan perilakunya baik," katanya.

Ditambahkannya, partai tidak boleh langsung percaya pada hasil tes urine yang disodorkan calon kepala daerah. Karena bisa jadi tes urine yang disodorkan bakal calon kepala daerah tersebut adalah hasil tes urine sehari sebelum dia mendaftar ke partai politik.

"Jadi saya menghimbau kepada partai agar kita seleksi bukan hanya bebas narkoba hasil tes urine. Karena tes urine hari ini negatif bisa saja minggu lalu dan bulan laku dia positif. Kalau hari ini tidak positif bisa jadi bulan depan dia make (narkoba). Jadi tidak cukup hasil tes urine tp harus dengan jejak rekamnya yang seperti apa, gitu," pungkasnya.

 

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Kenangan Bersama Pak Korea, Legenda Basket Jateng

Selasa, 30 November 2021 | 20:54 WIB
X