Tangis Haru Warnai Pelepasan Muaythai ke PON

- Minggu, 19 September 2021 | 21:25 WIB
Para atlet muaythai Jateng sungkem minta doa restu orang tua dalam menuju PON XX 2021 Papua di aula Dojo Karate Jateng Kompleks Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (19/9). (SM/Moch Kundori)
Para atlet muaythai Jateng sungkem minta doa restu orang tua dalam menuju PON XX 2021 Papua di aula Dojo Karate Jateng Kompleks Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (19/9). (SM/Moch Kundori)

Menurut Hartono, sejauh ini persiapan muaythai cukup baik meski sebelumnya banyak kendala. Seperti PPKM dan sumber dana yang minim, tetapi tetap jalan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan memakai sabun, juga dilakukan tes antigen berkala sepuluh hari sekali.

"Para pemain tidak boleh keluar tempat latihan menjelang keberangkatan PON. Ini untuk menghindari penularan virus korona. Karena itu orang tua mereka kami datangkan untuk memberi doa restu agar hasil maksimal di PON nanti," kata mantan Ketua KONI Jateng.

Mengenai target PON nanti, Hartono menyatakan optimistis, bahwa muaythai bisa memanfaatkan sedikitnya dua emas pada PON XX/Papua yang digelar Oktober 2021. Keyakinan itu didasarkan pada kondisi anak asuhannya yang saat ini bugar dan siap tempur.

Ia menyebut, dua emas diharapkan bisa disabet dari Irfan Aji Maulana yang turun di kelas -65,5 kg putra. Juga dari Jalu Aji Dharma Susena di kelas 67 Kg putra. Irfan adalah atlet pelatnas dan peraih perunggu pada SEA Games 2019.

Baca Juga: Teknologi Tepat Diterapkan Kampus Guna Tunjang Pertanian Organik

Adapun Jalu merupakan mantan atlet pelatnas yang juga peraih perunggu pada SEA Games 2017. Jateng sebelumnya menjadi juara umum kualifikasi PON wilayah 2 dengan meraih enam emas.

"Meski begitu, bukan berarti atlet lain tanpa peluang. Diharapkan menjadi kuda hitam untuk membuat kejutan. Semangat mereka saat ini sedang tinggi," ucapnya.

Di PON nanti, muaythai Jateng berkekuatan sembilan atlet dan tiga pelatih. Mereka adalah Jalu Aji (Surakarta turun di kelas 67 Kg), Irvan Aji (Grobogan/63,5 Kg), Moh Randi Pradana (Grobogan/48 Kg), Adetia Armandani (Grobogan/73 Kg), Rifqi Akbar (Grobogan/60 kg). ),

Ulfa Khoirotun(Cilacap/ 54-Kg), Tabita Diah (Kabupaten Semarang/48 Kg), Tiara Permana Putri (Grobogan/57 Kg), Arifatul Laily (Grobogan/48 Kg).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenangan Bersama Pak Korea, Legenda Basket Jateng

Selasa, 30 November 2021 | 20:54 WIB

Porvit Kudus dan Vita Solo Terbaik Kejurprov U-17

Minggu, 28 November 2021 | 12:22 WIB

8.008 Pelari Siap Ramaikan Borobudur Marathon 2021

Jumat, 26 November 2021 | 21:43 WIB

KONI Kota Semarang Raih ISO 9001

Jumat, 26 November 2021 | 00:13 WIB

Jateng Bersiap Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri

Selasa, 23 November 2021 | 19:24 WIB

Kota Semarang Juara Umum Popda Jateng 2021

Senin, 22 November 2021 | 19:51 WIB

Klub Kairos Semarang Dominasi Jateng Roller Sport

Minggu, 21 November 2021 | 15:45 WIB
X