PON XX Papua: Kontingen Atlet Akan Jalani Karantina 5 Hari Lebih Dulu

- Kamis, 16 September 2021 | 13:11 WIB
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (purn) Marciano Norman dalam konferensi pers. (Putra / kemenpora.go.id)
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (purn) Marciano Norman dalam konferensi pers. (Putra / kemenpora.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengatakan setiap kontingen yang turut serta di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua akan menjalani karantina selama lima hari.

Menurutnya, karantina penting dilakukan sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 saat pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu berlangsung di Papua pada 2-15 Oktober.

"Hal tersebut menjadi pertimbangan kami," kata Marciano Norman dalam acara bertajuk "Persiapan Penerapan Prokes Covid-19 PON XX Papua, Bercermin dari Olimpiade Tokyo," yang bergulir secara virtual, baru-baru ini.

Marciano mengambil contoh saat Jepang sukses menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020 di tengah pandemi virus Covid-19.

Baca Juga: Kasus Tewasnya Taruna: PIP Semarang Sebut Keterangan Resmi  Langsung dari Kemenhub

Saat itu, Negeri Sakura memberlakukan aturan karantina bagi setiap kontingen yang hadir berdasarkan zona penyebaran COVID-19 dari negara tersebut.

Untuk zona merah, kata Marciano, Jepang melakukan karantina selama tujuh hari.

Kemudian untuk negara yang statusnya ringan, karantina selama tiga hari.

"Namun, untuk sementara kami mengambilkan lima hari karantina untuk seluruh kontingen yang hadir di PON Papua. Mereka juga harus melakukan tes antigen dan PCR," ujar Marciano Norman menambahkan.

Baca Juga: Tata Kelola BUMN: Pentingnya Penerapan Business Judgement Rule dan Administrasi Keuangan Negara

Dalam kesempatan tersebut, Marciano Norman juga mengungkapkan seluruh kontingen yang hadir di PON Papua telah menjalani vaksinasi Covid-19. Kemudian yang terpenting, semua yang berangkat ke Bumi Cendrawasih harus dalam kondisi kesehatan terbaiknya.

"Sehingga masyarakat di Papua juga aman karena mereka yang datang tidak membawa penyakit," ujar Marciano Norman.

KONI Pusat terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

"Kami meminta bimbingan BNPB selaku Satgas Covid-19, apakah tindakan kami sudah baik apa belum. Kalau belum, kami akan kembali rapat dengan KONI Provinsi agar masukan dari kegiatan hari ini tersampaikan dan PON Papua bisa maksimal," dia menuturkan.

Penyelanggaran PON Papua akan menerapkan sistem gelembung seperti di Olimpiade Tokyo 2020.

Setiap peserta PON Papua harus menaati setiap protokol kesehatan yang berlaku.

"Jadi dari bandara menuju perkampungan atlet, kemudian dari wisma atlet menuju arena berlatih dan bertanding. Sedangkan pada masa bertanding yang terlibat body contact, para peserta akan melakukan swab antigen terlebih dahulu," pungkas Marciano Norman.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenangan Bersama Pak Korea, Legenda Basket Jateng

Selasa, 30 November 2021 | 20:54 WIB

Porvit Kudus dan Vita Solo Terbaik Kejurprov U-17

Minggu, 28 November 2021 | 12:22 WIB

8.008 Pelari Siap Ramaikan Borobudur Marathon 2021

Jumat, 26 November 2021 | 21:43 WIB

KONI Kota Semarang Raih ISO 9001

Jumat, 26 November 2021 | 00:13 WIB

Jateng Bersiap Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri

Selasa, 23 November 2021 | 19:24 WIB

Kota Semarang Juara Umum Popda Jateng 2021

Senin, 22 November 2021 | 19:51 WIB
X