Deddy Kurniawan Wikanta Tutup Usia, Perginya Legenda Tenis Meja

- Senin, 13 September 2021 | 17:10 WIB
Deddy Kurniawan Wikanta (kiri) selalu dekat dengan atlet-atlet. (suaramerdeka.com/dok)
Deddy Kurniawan Wikanta (kiri) selalu dekat dengan atlet-atlet. (suaramerdeka.com/dok)

Wikanta juga dikenal sebagai salah satu pendiri Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) pada 1958.

Di mata anggota Dewan Pakar KONI Jateng Prof Dr Soegiyanto MS, Deddy adalah paket lengkap, karena pernah berproses menjadi atlet, pelatih, pengurus, dan pembina.

Sahabat Deddy, dr Yuslam Samihardja PAK, Sp.THT-KL(K) pun merasa kehilangan atas sosok sahabat yang punya pengabdian luar biasa di tenis meja.

Menurut anggota Dewan Kehormatan KONI Jateng itu, perjuangan Deddy layak diteladani bagi mereka yang berkecimpung di dunia olahraga.

Baca Juga: Bagikan Paket Sembako, Front Masyarakat Madani Ajak Komunitas Saling Peduli

Fenomenal

Tak bisa dipungkiri, Deddy Kurniawan saat berkiprah di dunia tenis meja, pernah membuat torehan istimewa dan fenomenal.

Almarhum yang ketika itu bersama M Farchan aktif di Pengda PTMSI dengan bapak angkat PTP XVIII menyelenggarakan Kejuaraan Tenis Meja Internasional Benawi Cup (1982-1987) di GOR Jawa Tengah Simpang Lima Semarang.

Event sarat gengsi itu mendatangkan para juara dunia seperti Wang Tao, Ma Wenge, dan Zoran Kalinic.

''Saya masih ingat betul, bagaimana tahun 1983 masuk ke Klub PTP XVIII yang dikelola Pak Deddy. Diberi kesempatan ikut bersaing di Piala Benawi, ditempa beliau menjadi pemain Jateng sampai akhirnya menjadi juara tunggal putra PON XIV 1996 di Jakarta,'' kenang legenda tenis meja Jateng Hadi Yudo Prayitno.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Media Sosial Jadi Sarana Efektif Promosi PON XX Papua

Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:32 WIB

PON XX Papua: Atlet Terjun Payung Jateng Raih Emas

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:23 WIB
X