Juri Karate Harus Junjung Sportivitas

- Selasa, 7 September 2021 | 17:06 WIB
Kusnadi Tokoh Karate (suaramerdeka.com/dok)
Kusnadi Tokoh Karate (suaramerdeka.com/dok)

 


SEMARANG, suaramerdeka.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, maupun event empat tahun sebelumnya, adalah amanat nasional dalam pembinaan olahraga.

Karena itu, muara yang akan dituju adalah prestasi nasional guna menghadapi event internasional seperti SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

Demikian dikemukakan shensei Kusnadi kepada Suara Merdeka di dojo tim karate PON XX Jateng kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, pekan lalu.

Baca Juga: Luhut: Cerita Covid-19 Masih Panjang, Maaf Kalau Kita Rewel

''Spiritualnya adalah untuk mendidik generasi muda dalam hal sportivitas. Artinya, kemenangan atau medali bukan segala-galanya tetapi sportivitas dan gentleman,'' kata Kusnadi.

Tokoh karate nasional kelahiran Semarang, 4 Desember 1959 itu menegaskan, dengan landasan prestasi yakni cetak atlet dan sportivitas, maka pertandingan karate harus ''dijaga'' oleh semua pihak yang berkompeten yakni atlet, pelatih, pembina dan wasit.

''Wasit dan juri pun termasuk pihak yang terlibat dalam pembinaan sportivitas atlet. Sportif berarti akan memutuskan seorang pemenang sesuai yang terjadi di atas matras. Kalau membelok, berarti merusak sportivitas yang berujung pada kacaunya pembinaan dan prestasi olahraga nasional,'' tegas pria yang pernah berguru karate di Jepang pada 1980-an itu.

Baca Juga: Pemkot Siap Bantu Cari Dana untuk PPSM Sakti Magelang

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X