Harapan Menpora pada PON XX: Lahirkan Talenta-talenta Berprestasi Tingkat Internasional

- Sabtu, 4 September 2021 | 11:00 WIB
Menpora dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus PRSI masa bhakti 2021 – 2025. (suaramerdeka.com / dok)
Menpora dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus PRSI masa bhakti 2021 – 2025. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengharapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada tanggal 2-15 Oktober mendatang dapat melahirkan talenta-talenta untuk menjadi atlet berprestasi di tingkat internasional.

Hal ini disampaikan Menpora Amali saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) masa bhakti 2021 – 2025 di hotel Fairmont Jakarta, Kamis (2/9) lalu.

Acara ini turut dihadiri Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Sapta Oktohari, Ketua KONI, Marciano Norman, Komite Olimpiade Internasional, Erick Thohir, Ketum PRSI, Anindya Bakrie dan lainnya.

“Pada tanggal 2 Oktober 2021 kita akan memulai Pekan Olahraga Nasional (PON). Saya berharap PON ini akan menjadi tempat untuk mendapatkan bibit bibit dan talenta atlet-atlet yang berprestasi yang akan kita angkat ke tingkat elit,” kata Menpora Amali.

Baca Juga: Bruno Silva Tak Sabar Lakoni Liga 1, Siap Tancap Gas

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali juga mendorong PRSI agar ke depan membuat pembatasan bagi atlet yang ikut di PON sehingga atlet-atlet yang sudah pernah berkompetisi di tingkat internasional baik single event maupun multi event tidak lagi ikut bertanding di level PON.

“Mudah-mudahan PON yang akan datang, mulai diketatkan pembatasan. Sebab, itu memberikan kesempatan kepada yang lainnya (atlet junior). Dia sudah juara dunia masih juga bertarung dengan yang di bawah,” jelasnya.

Menpora Amali bahkan bercerita tentang kisah mantan Ketum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, Mohammad Bob Hasan yang tidak mengizinkan atletnya Lalu Muhammad Zohri untuk ikut SEA Games 2019 di Filipina.

“Saya datang ke tempatnya beliau, saya Tanya “om kenapa Lalu Muhammad Zohri yang juara dunia tidak dikirim ke Filipina. Beliau sampaikan, kalau dia ke sana enggak ada lawannya. Jadi kita dapat medali tetapi bagi yang di bawahnya ini nggak ada kesempatan untuk merasakan suasana bertanding,” tambahnya.

Baca Juga: 447 Mahasiswa Ikuti Jobfair-Baitul Arqam Universitas Muhammadiyah Gombong, Aa Gym Jadi Pembicara

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kenangan Bersama Pak Korea, Legenda Basket Jateng

Selasa, 30 November 2021 | 20:54 WIB

Porvit Kudus dan Vita Solo Terbaik Kejurprov U-17

Minggu, 28 November 2021 | 12:22 WIB

8.008 Pelari Siap Ramaikan Borobudur Marathon 2021

Jumat, 26 November 2021 | 21:43 WIB

KONI Kota Semarang Raih ISO 9001

Jumat, 26 November 2021 | 00:13 WIB

Jateng Bersiap Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri

Selasa, 23 November 2021 | 19:24 WIB

Kota Semarang Juara Umum Popda Jateng 2021

Senin, 22 November 2021 | 19:51 WIB
X