• KANAL BERITA

Bangun Kampus II, Alumni Futuhiyyah Kumpulkan Dana

Para pengurus Ikatan Keluarga Alumni Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak, foto bersama dengan pengasuh pondok pesantren Futuhiyyah KHM Hanif Muslih. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
Para pengurus Ikatan Keluarga Alumni Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak, foto bersama dengan pengasuh pondok pesantren Futuhiyyah KHM Hanif Muslih. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Para alumni Futuhiyyah Suburan, Mranggen, Demak baik pondok pesantren mau pun lembaga pendidikan yang ada, bersepakat akan menggalang potensi dana dari anggotanya. Tujuannya untuk mendukung pembangunan kampus II pondok pesantren tersebut yang saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan fisik.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Futuhiyyah Mranggen Demak, Prof Dr Muhibbin Noor MAg mengatakan, hal itu dalam upacara pelantikan dan rapat kerja Ikatan Keluarga Alumni Futuhiyyah, di auditorium Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Minggu lalu (1/7).

Pelantikan dipimpin pengasuh pondok pesantren Futuhiyyah, KHM Hanif Muslih Lc. Mereka terdiri pembina, penasehat dan pengurus. Para pengurus harian terdiri, Ketua Prof Dr KH Muhibbin Noor MAg. Wakil Ketua Drs H Agus Fathuddin Yusuf MA, Drs KH Malzum Adnan MM, Drs HM Shodiq Mudzakir SH, KH Ali Mahsun MSi, Dr H Ahmad Arif Junaidi MAg, H Ahmad Faizurrahman Hanif Lc, dan Dr dr H Ahmadi Noor Huda SpKj. Sekretaris Drs H Muhlisin Bisyri, SE MAg MM, Wakil Sekretaris KH Helmi Wafa Mahsuni SE MPd, H Amiq Fahmi MKom dan Abdul Salim Ganjur SAg MHum. Bendahara Drs KH Muhadi Noor, KH  Yusuf Masykuri Lc dan H Muhammad Hafidz Muhibbin serta dilengkapi bidang2 serta koordinator wilayah (korwil).

"Alhamdulillah alumni Futuhiyyah tersebar di seluruh nusantara, bahkan di luar negeri. Semoga bermanfaat untuk umat," kata Rektor UIN Walisongo Semarang itu.

Menurut Muhibbin, sudah saatnya para alumni yang jumlahnya ribuan dan menggeluti berbagai macam profesi terpanggil untuk memberikan kontribusi kepada almamater  yang pernah membimbing, mengasuh dan membesarkannya. "Alumni Futuhiyyah banyak sekali, dari pendataan yang dilakukan  pada reuni akbar tahun lalu tercatat 15 ribu orang lebih. Kalau kita ambil 10 ribu orang tiap bulan menyisihkan dana sebesar Rp 10 ribu, maka tiap bulan akan terkumpul minimal Rp 100 juta," katanya.

Menurutnya, saat ini Pesantren Futuhiyyah tengah menyelesaikan pembangunan kamous II yang lokasinya berada di desa Bandungrejo Mranggen Demak, tujuh  kilometer arah arah barat dari kampus lama di Jl Suburan Mranggen, Demak.

Agar segera selesai pembangunannya dan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kegiatan belajar para santri, para alumni diharapkan dapat berperan aktif dan berpartisipasi memberikan kontribusi berupa sumbangan dana rutin setiap bulan sebesar Rp 10 ribu.

Konstribusi rutin tiap bulan itu, lanjutnya, dibatasi sampai tiga tahun, bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Futuhiyyah Periode 2017-2022. Setelah itu, akan dilanjutkan atau tidak diserahkan kepada pengurus alumni masa berikutnya.

Selain kesepakatan iuran bulanan anggota untuk jangka waktu tiga tahun, raker juga memutuskan beberapa program kerja. Di antaranya penerbitan buku sejarah pesantren Futuhiyyah yang lebih lengkap dari yang sekarang sudah ada, menerbitkan buku-buku karya para alumni, kajian berkala buku/kitab/karya para masyayikh dan alumni Futuhiyyah dana mendirikan perpustakaan alumni.

Untuk pengembangan organisasi, tuturnya akan segera dibentuk kepengurusan di  berbagai daerah dengan berbasis teritorial atau tempat tinggal alumni  bermukim dan kepengurusan berbasis tempat studi atau belajar para alumni setelah menyelesaikan studinya di Futuhiyyah.

Dia menambahkan, program kerja tidak perlu muluk-muluk, yang penting mudah dikerjakan dan membawa manfaat langsung bagi almamater dan anggota. Sebelum dilaksanakan raker, pengasuh pondok pesantren Futuhiyyah  KH Hanif  Muslih, Lc mengukuhkan dan memimpin ikrat/baiat Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Futuhiyyah Periode 2017-2022.

 


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)