• KANAL BERITA

CFD Diliburkan, Pedagang Tetap Berjualan

Foto: Beberapa Pedagan Kaki Lima (PKL) di kawasan Purwosari car free day (CFD) Solo tetap berjualan walau imbauan CFD pada 1 Juli ditiadakan, Minggu (1/7).  (suaramerdeka.com/ M Ilham Baktora)
Foto: Beberapa Pedagan Kaki Lima (PKL) di kawasan Purwosari car free day (CFD) Solo tetap berjualan walau imbauan CFD pada 1 Juli ditiadakan, Minggu (1/7). (suaramerdeka.com/ M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com – Kendati car free day (CFD) Solo tanggal 1 Juli 2018 diliburkan secara mendadak, namun warga Solo dan sebagian pedagang tetap beraktivitas di jalanan utama kota tersebut. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) juga berjualan di kawasan bebas polusi kendaraan itu.

Para pedagang mengaku tidak tahu kalau ada pemberitahuan susulan CFD kali pertama setelah Lebaran itu diliburkan. Pemberitahuan memang mendatang, sehingga tidak semua pedagang menerima edaran itu. Setahu mereka CFD digelar lagi Minggu 1 Juli.

"Kami tidak dapat informasi peniadaan CFD pada hari ini (Minggu-red). Setahu kami CFD Solo diliburkan hingga tanggal 24 Juni. Namun saat kami tiba untuk menata barang dagangan, beberapa petugas Dinas Perdagangan (Disdag) mengingatkan kami untuk tidak berjualan karena CFD masih diliburkan,’’ kata pedagang Bubur Kacang Hijau, Sadikin, Minggu (1/7).

Sadikin menyatakan, sudah bersiap-siap berjualan mulai pukul 01.00. Tepat pukul 05.00 pihaknya langsung menata gerobak dagangannya dan petugas keliling yang sudah bersiap sejak pagi menegur dirinya agar tidak berjualan.

‘’Saya sudah telanjur membuat bahan makanan untuk dijual, jika tidak dijajakan saya pasti rugi. Namun petugas hanya mengingatkan agar tidak berjualan karena surat edaran sudah disampaikan sebelumnya,’’ ungkapnya.

Dari pantauan lapangan, beberapa kawasan seperti Purwosari dan Bundaran Gladak banyak pedagang membuka lapak. Berbeda dari Sriwedari, kawasan tersebut tidak terlihat aktivitas jual beli. Tidak hanya di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Ir Juanda juga ramai aktivitas jual beli di dua sisi bahu jalan. Tepatnya di depan SPBU Pucangsawit dan Kantor Kelurahan Pucangsawit.

‘’Kami sudah menerima surat edaran peniadaan CFD dari dinas terkait, namun beberapa pedagang memilih tetap berjualan. Sudah tiga minggu ini pendapatan kami berkurang, sehingga pedagang membuka lapak sekitar pukul 06.30, biasanya pukul 05.00 kami sudah siap di tempat,’’ kata salah seorang anggota Paguyuban Pedagang CFD Juanda Pucangsawit, Mujiarsih.


(M Ilham Baktora/CN42/SM Network)