• KANAL BERITA

Korban Kecelakaan Maut Kertek Jadi Empat Orang

Sejumlah petugas kepolisian dibantu Tim SAR mengevakuasi bangkai Truk Hino yang mengalami kecelakaan maut di Persimpangan Pasar Kertek Wonosobo, Sabtu (30/6) sekitar pukul 03.37 WIB. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah petugas kepolisian dibantu Tim SAR mengevakuasi bangkai Truk Hino yang mengalami kecelakaan maut di Persimpangan Pasar Kertek Wonosobo, Sabtu (30/6) sekitar pukul 03.37 WIB. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Korban kecelakaan maut di Persimpangan Pasar Kertek Wonosobo, Sabtu (30/6) sekitar pukul 03.37 WIB, saat ini berjumlah empat orang. Selain menewaskan pengendara Truk Hino bernomor polisi L-8699-UP, Subechi Kurniawan (58), warga Mangkang Wetan Kauman RT 04 RW 03 Kecamatan Tugu Kota Semarang, serta penumpang wanita yang belum jelas identitasnya di tempat kejadian, dua pengendara sepeda motor yang terserempet truk juga dinyatakan meninggal di RSUD Setjonegoro Wonosobo.

Informasi terakhir dari Bagian Humas RSUD Setjonegoro Wonosobo, Tri Lestari, dua pemotor yang mengalami luka berat dinyatakan telah meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan petugas medis. Nyawa kedua korban tidak bisa diselamatkan, karena luka yang diderita cukup parah dan sudah banyak kehilangan darah. Korban meninggal ada empat, antara lain Subechi Kurniawan (sopir truk), Muhamad Rizki Darmawan, Fauzan Hidayatullah, dan Mrs X (tidak ada identitas). Ketiga korban tewas merupakan warga Semarang. "Para pengguna sepeda motor juga meninggal," ujar dia.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Wonosobo, AKP SS Udiono menyebutkan, pengendara Truk Hino meninggal di tempat kejadian karena mengalami luka memar di kepala, patah tulang tangan, dan kaki, serta tidak sadar.

Begitu pun penumpang Truk Hino, meninggal di tempat kejadian karena mengalami luka terbuka di kaki kanan, memar di wajah, dan tidak sadar. Mereka sudah dibawa ke RSUD Setjonegoro Wonosobo. "Untuk pengendara Sepeda Motor Yamaha V-IXION mengalami luka memar di dada, luka terbuka tulang kaki kanan dan tidak sadar. Begitu pun pembonceng Sepeda Motor Yamaha V-IXION mengalami luka memar di kepala dan tidak sadar di RSUD Setjonegoro Wonosobo. Keduanya mengalami luka berat," beber dia.

Sementar itu, kata dia, kondisi pejalan kaki Sumariyah mengalami luka memar mata kanan dan masih sadar di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo.

Kerugian materi atas kejadian tersebut mencapai sekitar Rp 15 juta. Ini merupakan kejadian ketiga, truk mengalami kecelakaan di Persimpangan Pasar Kertek ini. "Kami mengimbau masyarakat mau pun pedagang yang beraktivitas di Pasar Kertek selalu berhati-hati, waspada, dan jangan beraktivitas di sekitar benteng ban untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan," imbau dia.

Sebagaimana diketahui, kronologis kejadian bermula saat Truk Hino yang dikemudikan Subechi Kurniawan berpenumpang NN (38) (identitas belum diketahui dan belum diketemukan-red) melaju dari arah Parakan menuju Kertek. Menjelang lokasi kejadian, sewaktu melewati jalan beraspal, lurus, dua jalur, dan menurun panjang, diduga truk mengalami rem blong kemudian menyerempet Sepeda Motor Yamaha V-IXION bernomor polisi H-5214-AG yang dikendarai Fauzan Hibatullah (17) warga Perum Pondok Beringin Kecamatan Ngaliyan Semarang, berboncengan dengan Muhamad Rizki Darmawan (16) warga Jalan Bukit Bringin Utara Blok D Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Semarang, yang semula melaju searah di depannya.

Hal itu mengakibatkan Sepeda Motor Yamaha V-IXION bersama pengendara dan pemboncengnya terpental ke kiri jalan. Kemudian Truk Hino tersebut terus melaju tak terkendali, selanjutnya menyerempet pejalan kaki Sumariyah (35) pedagang asal Desa Kenjer RT 08 RW 05 Kecamatan Kertek. Truk berhenti setelah membentur Sepeda Motor Honda Supra Nomor Polisi R-3249-RF, Sepeda Motor Suzuki Satria FU Nomor Polisi K-6800-QS dan Sepeda Motor Yamaha Mio Nomor Polisi AA-6433-TA yang sedang terparkir di depan benteng tumpukan ban yang  berada di samping kanan Pos Polisi Kertek.

"Penyebab kejadian kecelakaan truk ini masih kami dalami. Kami belum bisa memastikan kejadian itu karena rem blong. Karena, ada banyak faktor terjadinya kecelakaan di Persimpangan Pasar Kertek tersebut, baik faktor pengemudi mengantuk, atau mungkin sedang bercanda bersama penumpang wanita di sebelahnya. Tetapi kalau melihat rekaman cctv, truk berjalan sangat cepat. Bahkan saat memasuki persimpangan, truk melaju hanya lima detik saja hingga akhirnya menabrak pembatas," ujar dia.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)