• KANAL BERITA

Bentuk Penjajahan Tak Lagi dengan Adu Fisik

Komandan Koramil 01 Wonosobo, Kapten Infanteri Heru Utomo memberikan pengarahan dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Aula Rumah Makan Wonoboga. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Komandan Koramil 01 Wonosobo, Kapten Infanteri Heru Utomo memberikan pengarahan dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Aula Rumah Makan Wonoboga. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Bentuk penjajahan saat ini telah berubah, dan tak seperti dulu dengan adu fisik. Oleh sebab itu cinta pada tanah air harus terus diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itu disampaikan Komandan Koramil 01 Wonosobo, Kapten Infanteri Heru Utomo, saat memperikan paparan Seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Aula Rumah Makan Wonoboga, kemarin.

"Ingat bahwa NKRI merdeka atas usaha sendiri, bukan pemberian atau pun hadiah bangsa lain, kita merdeka karena bersatu," jelasnya.

Heru juga menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki kekayaan alam dan keaneka ragaman, membuat bangsa asing terus ingin mengambil alih negeri ini.

"350 tahun, Bangsa Indonesia pernah dijajah. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita, jangan sampai sejarah terulang kembali. Jangan mau kita diadu domba antarbangsa sendiri, disusupi teror dan ancaman-ancaman lainnya, sehingga kita terpecah belah. Setelah itu bangsa lain akan masuk menjajah dengan bebas," terang dia.

Selain itu, di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, ancaman disintergrasi semakin memprihatinkan. Kemudahan mendapatkan informasi dari orang lain, bisa sangat berbahaya apabila tidak dicermati dengan seksama.

"Isu-isu yang mengandung SARA bisa bebas menyebar dengan derasnya. Perlu berhati-hati apabila mendapatkan sebuah kiriman informasi dari orang lain melalui jejaring media sosialnya. Cek dulu apakah ini layak untuk disebarkan atau akan menimbulkan perpecahan," tandasnya.

Seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah itu diikuti sebanyak 108 perserta dari seluruh Wonosobo.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)