• KANAL BERITA

Penjualan Batik di Grosir Setono Membaik

Foto: Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz didampingi Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih berdialog dengan pedagang batik di Pasar Grosir Setono saat monitoring penjualan batik, Jumat (29/6). (suaramerdeka.com/ Isnawati)
Foto: Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz didampingi Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih berdialog dengan pedagang batik di Pasar Grosir Setono saat monitoring penjualan batik, Jumat (29/6). (suaramerdeka.com/ Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Sejak operasional jalan tol, transaksi penjualan batik di Pekalongan terus menurun. Banyak pemudik langsung lewat tol dan tidak singgah Kota Pekalongan menjadi alasan utama setiap kali datang musim Lebaran.

Operasional jalan tol benar-benar memukul pedagang batik. Namun, periode mudik Lebaran tahun ini, penjualan batik di Pasar Grosir Setono membaik, dibandingkan periode mudik Lebaran tahun lalu. Tahun ini lumayan membaik, tapi itu terjadi hanya saat arus balik. Saat arus mudik transaksi batik tetap sepi, karena pemudik sebagian besar lewat tol.

‘’Penjualan batik pada arus balik banyak, pak,’’ kata Hidasari, penjaga Toko Batik Hasya di Pasar Grosir Setono saat ditanya Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz tentang penjualan batik selama periode mudik Lebaran, Jumat (29/6).

Hari itu, Wali Kota bersama Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih dan Kasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, Very Yudianto melakukan monitoring penjualan batik di Pasar Grosir Setono.

Wali Kota mengatakan, penjualan batik tahun lalu hanya 25 namun tahun ini bisa 65 persen. Ia berharap, jalan tembus dari jalan tol ke jalur pantura nanti bisa mendongkrak kembali penjualan batik di Pasar Grosir Setono.

Senada disampaikan Ahmad Setiawan, pemilik Batik Putri Rizki, mengatakan penjualan batik selama periode mudik Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Ahmad Setiawan mencatat, transaksi batik di tokonya selama periode mudik Lebaran tahun ini rata-rata lebih dari Rp 10 juta per hari.

Dampak Tol

 ‘’Dibandingkan Lebaran tahun lalu, pada Lebaran tahun ini lebih baik. Di tempat saya ada kenaikan sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu,’’ katanya.

Namun jika dibandingkan dengan penjualan batik sebelum adanya jalan tol, sebagian pedagang mengatakan lebih ramai sebelum adanya jalan tol.

‘’Dua tahun ini memang agak beda. Namun tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu,’’ kata Hidasari.

Pedagang batik lainnya, Rizki mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya pada H-7 Lebaran Pasar Grosir Setono sudah ramai dikunjungi pemudik dari luar kota. Namun setelah dibukanya jalan tol fungsional pada H-1 Lebaran, Pasar Grosir Setono masih sepi.

‘’Dulu, pada arus balik kami bisa buka sampai pukul 21.00 sampai 22.00 karena pengunjung masih ramai. Namun selama dua tahun terakhir ini, jam 20.00 masih sepi,’’ kata Rizki.


(Isnawati/CN42/SM Network)