• KANAL BERITA

Banyak Layanan Informasi Belum Sesuai Standar

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Zaman keterbukaan informasi menuntut kalangan birokrasi untuk mengubah pola kerja menjadi lebih aktif dan responsif, khususnya dalam hal penyampaian informasi publik. Menjawab tantangan itu, Pemkab Sleman telah mengembangkan inovasi pelayanan publik di bidang informasi melalui sistem elektronik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (e-PPID). 

Layanan e-PPID sudah diterapkan sejak 30 April 2018 namun belum disosialisasikan secara massal. Menurut Sekda Sleman Sumadi, sistem ini bisa berhasil asalkan petugas disiplin melakukan input data secara berkala sehingga informasi tersedia setiap saat. Disamping itu, setiap permohonan informasi publik harus segera diproses.

"Pelayanan juga harus tepat waktu sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Karena proses sudah dilakukan secara tersistem, maka tidak lagi ada alasan untuk menunda atau mengulur proses,” tandas Sumadi, kemarin.

Sekretaris Dinas Kominfo Sleman Eka Suryo Prihantoro mengungkapkan, latar belakang pengembangan aplikasi e-PPID karena masih banyak perangkat daerah yang belum memenuhi indikator sesuai standar layanan informasi publik. Hasil ini didasarkan monitoring dan evaluasi (monev) melalui website, dan laporan pelayanan permohonan dari masyarakat.

Hasil monev sepanjang triwulan I tahun 2018 tercatat 1 perangkat daerah berpredikat baik sekali, 10 perangkat daerah kategori baik, 15 cukup, 17 kurang, dan 5 berpredikat kurang sekali. Aplikasi e-PPID yang diterapkan  secara serentak di seluruh perangkat daerah diharapkan mampu mendukung perbaikan layanan tersebut.

“Penerapan e-PPID juga mendorong peningkatan literasi masyarakat terutama terkait pemanfaatan teknologi informasi untuk kemudahan akses permohonan informasi publik. Hal ini secara tidak langsung juga akan mendorong masyarakat Sleman menuju smart society,” kata Eka.

Kini, Pemkab Sleman tengah bersiap menghadapi monev pelayanan informasi publik oleh Komisi Informasi Daerah DIY yang dilaksanakan selama bulan Juni sampai September 2018. Tahun 2017 lalu, Sleman mendominasi hampir di semua kategori, dan meraih peringkat terbaik I, II dan III. Namun demikian, ditandaskan Eka, hasil monitoring tersebut belum menggambarkan kondisi pelayanan informasi publik secara riil sehingga butuh komitmen untuk terus berbenah.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)