• KANAL BERITA

Densus 88 Tangkap Penjual Bubur

Densus 88 membawa barang bukti usai penggeledahan di RT 2 RW 2 Dukuh/Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/6). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
Densus 88 membawa barang bukti usai penggeledahan di RT 2 RW 2 Dukuh/Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/6). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap penjual bubur yang diduga teroris di lingkungan RT 2 RW 2 Dukuh/Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (28/6).

Dari data yang dihimpun, penangkapan pria bernama Ujang Saefudin (41) itu pukul 12.00 WIB. Saat pagi hingga pukul 10.00 WIB, pria yang baru enam bulan mengontrak rumah bersama istri dan anaknya di permukiman Dukuh Pubayan tersebut, sempat berjualan bubur di pintu masuk perumahan Tiara Ardi. Usai ditangkap, Densus 88 dibantu Polsek Baki dan TNI memasang garis polisi untuk penggeledahan. “Banyak yang dibawa,” tutur saksi Ketua RW 2, Suparjo Adi, yang turut menyaksikan penggeledahan.

Suparjo menerangkan, barang bukti yang dibawa di antaranya sangkur setengah meter, kepingan CD, buku sebanyak empat buah, ponsel, laptop, alat kejut, dan botol berisi spirtus. Saat penggeledahan, personel Densus 88 tidak memberikan keterangan apa pun. Hanya saja dari penjelasan polisi, Ujang ditangkap di lingkungan rumah. “Ada empat orang yang mengawal. Istrinya tidak di rumah. Tetapi saat penggeledahan anak dan istri menyaksikan. Saya lihat sempat telp, suami kondisinya baik,” terang dia.

Kades Purbayan, Budi Sriyanto, yang ikut menyaksikan penggeledahan sejak pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB itu, mendapati Densus 88 membawa satu kardus barang bukti. Menurut Budi, Ujang baru enam bulan tinggal di RT 2 bersama istrinya dan anaknya yang masih berusia sekitar tujuh tahun. Sementara anak nomor satu yang diperkirakan berusia 15-16 tahun, tidak tinggal di rumah kontrakan. “Hanya lapor ke pak RT, pak RW tidak. Kata pak RT juga menyerahkan kartu keluarga (KK) saat mau ngontrak,” akunya.

Warga, Ny Wardo (48) mengaku hampir setiap hari melihat Ujang bersama istrinya melewati depan rumahnya saat akan berjualan bubur. Selama ini, tidak ada gerak-gerik mencurigakan. Bahkan terakhir kali saat sempat mengikuti halalbihalal Idul Fitri. Meski pun sebentar. Hanya saja bagian rumahnya selalu tertutup. “Kalau lewat depan rumah beberapa kali menyapa saat akan jualan pukul 07.00 WIB. Tetapi saat saya lewat depan rumahnya, selalu tertutup. Malam sering ada yang datang dua orang,” jelas dia.

Saat dimintai keterangan di sela-sela mengawasi keamanan lingkungan tempat penggeledahan, Kapolsek Baki, AKP Sunarto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pasalnya ditangani langsung Densus 88. Ada pun petugas kepolisian dan TNI menjaga kondusivitas, karena banyak warga yang menyaksikan. “Langsung sama Densus 88. Kami hanya ikut mengamankan saat penggeledahan kontrakan,” ungkapnya.


(Asep Abdullah/CN40/SM Network)