• KANAL BERITA

Pembersihan Lahan NYIA Dilanjutkan

Petugas mengangkat salah satu warga, Wagirah, yang berusaha menghalangi dan duduk di dalam bucket backhoe di Desa Glagah, Temon, Kulonprogo, Kamis (28/6). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Petugas mengangkat salah satu warga, Wagirah, yang berusaha menghalangi dan duduk di dalam bucket backhoe di Desa Glagah, Temon, Kulonprogo, Kamis (28/6). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Setelah sempat terhenti di bulan Ramadan dan Lebaran, pelaksanaan pembersihan lahan untuk pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo mulai dilanjutkan kembali, Kamis (28/6).

Pembersihan lahan dilakukan dengan merobohkan pepohonan serta membersihkan tanaman pertanian yang masih tersisa di wilayah Pedukuhan Sidorejo dan Bapangan, Desa Glagah. Belasan backhoe dan buldozer dikerahkan untuk melakukan pembersihan itu dengan pengamanan ketat dari kepolisian, TNI, serta Satpol PP.

Pepohonan serta tanaman pertanian berupa cabai dan semangka itu merupakan milik warga penolak yang masih bertahan di dalam wilayah Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA. Sebagian warga bersikeras menolak pembersihan lahan tersebut. Bahkan ada yang sampai histeris berguling-guling dan menangis di dekat lahan tanaman cabai, ada yang naik ke pohon kelapa yang akan dirobohkan. Ada juga yang berusaha menghalangi dengan menduduki bucket (pengeruk) backhoe, sehingga harus diangkat oleh petugas polisi.

“Iki ora didol, ojo dimbrukke. Aku ora trimo. Mandek! (Ini tidak dijual, jangan dirobohkan. Saya tidak terima. Berhenti!),” kata salah satu warga Wagirah, sembari berlari ke arah backnoe dan masuk ke bucket saat pohon kelapa di halaman rumahnya akan dirobohkan.

Warga lainnya memprotes tanaman cabai siap panen yang dibuldozer. “Lombok arep diunduh sesuk esuk kok dibego. Ragate okeh nandur lombok kok dibego koyo ngene. (Cabai mau dipanen besok pagi kok dibuldozer. Tanam cabai modalnya banyak kok dibuldozer seperti ini,” katanya, kepada para petugas polisi yang memintanya untuk menjauh.

Hanya Memonitor

Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, R Sujiastono mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak ada kegiatan di lokasi pembangunan NYIA, tetapi hanya memonitor saja. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan PT Pembangunan Perumahan (PP) melanjutkan pekerjaan lapangan.

“Ini kami tidak ada kerjaan land clearing, tidak ada pengosongan, tapi saya memantau PP melanjutkan pelaksanaan pekerjaan. Yang kemarin itu kan agak slow down karena puasa, Lebaran,” katanya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, pengamanan lanjutan pekerjaan proyek NYIA tersebut melibatkan 500 personel gabungan dari Polres, Kodim, Satradar, Pol PP, dan Pemda. Pelaksanaan kegiatan direncanakan sampai 3 Juli namun juga akan melihat perkembangan situasi di lapangan.

“Bukan pembersihan lahan, tapi melanjutkan pekerjaan, kan sudah di ground breaking dari tahun kemarin. Beberapa waktu sempat terhenti, puasa dan lebaran, ini dilanjutkan lagi pekerjaannya,” kata Anggara Nasution, dibenarkan Dandim 0731 Kulonprogo, Letkol Inf Dodit Susanto.

Anggara menambahkan, terhadap warga yang masih menolak, piheknya melaksanakan langkah-langkah persuasif. Upaya-upaya persuasif dilakukan secara terpadu bersama Bupati, Dandim, stakeholder terkait, dan pemrakarsa pembangunan NYIA. “Kami laksanakan upaya persuasif terhadap mereka yang masih menolak,” imbuhnya.

 


(Panuju Triangga/CN40/SM Network)