• KANAL BERITA

Praktik Aborsi Rugikan Kaum Perempuan

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

MAGELANG, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti mengungkapkan, praktik aborsi memberikan dampak buruk bagi tubuh wanita.

Menurut Retno dampak yang dialami wanita di antaranya sisi fisik, psikis dan sosial. Hal ini karena tubuh seorang wanita yang mengandung mengalami perubahan sesuai kebutuhan dan perkembangan janin.

"Aborsi akan membuat proses perubahan si ibu berhenti seketika. Sehingga seorang wanita membutuhkan waktu untuk pemulihannya. Dari sisi psikis, aborsi akan menimbulkan beban pemikiran yang berat dan perasaan berdosa, dan menyesal," kata dia.

Disebutkan rasa bersalah ini jika tidak diatasi secara tepat akan menjadi permasalahan panjang di kemudian hari. Ada pun dari sisi sosial, seorang pelaku aborsi akan menanggung stigma negatif masyarakat, apalagi jika penyebab aborsi karena perbuatan terlarang.

"Kami sangat menyesalkan kasus aborsi di Ngargoretno Salaman. Kami sampaikan ucapaan terima kasih pada pihak kepolisian yang sudah bertindak dengan cepat dan tepat dalam menangani kasus ini," tutur Retno.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Magelang berhasil membongkar praktik aborsi oleh Yamini. Yakni seorang dukun pijat asal Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari informasi korban aborsi yang dirawat di RSUD Muntilan, Senin (18/6). Polisi lalu melakukan pengembangan dan penyelidikan, dan menemukan praktek aborsi yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Dari penggalian kuburan di belakang rumah tersangka Yamini polisi menemukan 21 kantong plastik berisi janin yang sudah menjadi tulang tulang. Akibat perbuatan ini, Yamini  diancam UU no 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 3 dan 4 tentang perlindungan anak.


(MH Habib Shaleh/CN40/SM Network)