• KANAL BERITA

VCT Mobile AIDS Sasar Tempat Hiburan

PENDATAAN : Petugas Dinas Kesehatan Blora melakukan pendataan pekerja seks komersial saat VCT mobile di Sumberarum Cepu, belum lama ini. (SM/Abdul Muiz)
PENDATAAN : Petugas Dinas Kesehatan Blora melakukan pendataan pekerja seks komersial saat VCT mobile di Sumberarum Cepu, belum lama ini. (SM/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Pemeriksaan terhadap warga yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS akan diperluas. Dinas Kesehatan (Dinkes) mewacanakan pemeriksaan hingga ke tempat hiburan malam seperti kafe dan karaoke.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P3PLP) Dinkes Blora, Edi Sucipto, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Sutik, mengemukakan, ada dua cara untuk mengetahui jumlah kasus atau penderita HIV/AIDS.

Yakni Serro Survey dan Voluntary Counseling Test (VCT). Berbeda dari VCT yang pemeriksaanya dilakukan secara sukarela, dalam Serro Survey petugas mengambil sampel darah kelompok masyarakat yang berisiko tinggi tertular ataupun mengindap HIV/AIDS.

Kelompok masyarakat itu antara lain para pekerja seks komersial (PSK) dan warga binaan atau narapidana di rumah tahanan negara. Sedangkan pemeriksaan di VCT dilakukan secara sukarela oleh para PSK maupun warga lainnya.

‘’Kami merencanakan memperluas cakupan pemeriksaan ke tempat hiburan malam. Kami akan menggandeng Satpol PP dan petugas terkait lainnya,’’ ujar Sutik kemarin.

Dia mengakui selama ini para pelaku tempat hiburan malam belum terjamah pemeriksaan HIV/AIDS. Selain melalui hubungan seks, HIV/AIDS ditularkan melalui beberapa cara. Di antaranya jarum sutik dan transfusi darah.

Menurut Sutik, jumlah kasus HIV/AIDS di Blora mengalami peningkatan hampir setiap tahun. Meski hingga saat ini penyakit HIV/AIDS belum diketemukan obatnya, namun dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara rutin kualitas hidup penderita HIV/AIDS lebih meningkat dan bisa lebih sehat.


(Abdul Muiz/CN34/SM Network)