• KANAL BERITA

Coblosan Berhadiah Kambing Iuran PPS

Satu ekor kambing disediakan di TPS 1, Dusun Tukuman, Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas untuk warga yang mencoblos, Rabu (27/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Satu ekor kambing disediakan di TPS 1, Dusun Tukuman, Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas untuk warga yang mencoblos, Rabu (27/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Cara unik dilakukan panitia pemungutan suara (PPS) di TPS 1 Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Untuk menarik partisipaasi pemilih dalam Pilgub PPS menyediakan hadiah kambing.

Hadiah kambing etawa itu jatuh ke tangan Suyatmi (50) warga Dusun Tukuman yang baru lebaran ini pulang dari tanah rantau. Kambing diserahkan oleh Ketua PPS TPS 1, Margono setelah penghitungan suara selesai.

Margono menjelaskan, hadiah kambing itu bukan dari sponsor tetapi dari dirinya. ''Honor saya yang digunakan membeli kambing,'' ungkapnya, Rabu (27/6).

Menurutnya hadiah kambing itu baru kali pertama. Ide memberikan hadiah kambing itu berangkat dari kekhawatiran rendahnya suara pemilih.

Iuran Petugas

Agar warga tertarik datang ke TPS, kata Margono, diadakan hadiah kambing. Petugas PPS lain dan PKK iuran menyediakan makan gratis soto bagi pemilih. Harapannya, kambing itu akan jadi kenangan warga dan bisa menjadi produktif dipelihara.

Lain halnya di TPS 6, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan. Pemilih mendapatkan door prize perabotan rumah tangga. Sebab hadiah terbatas, yang datang paling awal yang banyak mendapatkan.

Menurut Kepala Desa Kebondalem Lor, Agus Nugroho, PPS di TPS 6 sudah sejak lama memberikan door prize di setiap Pemilu. Tujuannya untuk menarik partisipasi warga. Di TPS 6, Desa Malangan, Kecamatan Tulung, PPS mengenakan seragam kesebelasan peserta sepab bola piala dunia. Ada yang memakai kaos Argentina mau pun Jerman.
Topinya terbuat dari bola plastik yang dibelah menyerupai suporter.

Sementara di Dusun Jembangan, Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung dan Kalikotes, Kecamatan Kalikotes PPSnya mengenakan seragam petani dan pakaian adat Jawa.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)