• KANAL BERITA

Kebakaran Merbabu Sulit Dipadamkan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengingatkan jika terjadi kebakaran di kawasan hutan Merbabu, sulit dipadamkan dan berdampak besar. Untuk itu, pihaknya meminta para pendaki tidak menyalakan api unggun dan merokok.

Saat dini BTNGMb melakukan antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan kawasan Merbabu di musim kemarau ini. Pasalnya, kebakaran selain merusak vegetasi tanaman, juga membahayakan kehidupan hewan liar di hutan.

Menurut Kasubag TU BTNGMb, Johan Setiawan, upaya antisipasi salah satunya melarang pendaki tak membuat api unggun saat berada di kamp pendakian.

‘’Pendaki juga diminta tidak menyalakan rokok saat melakukan pendakian. Kami sudah ingatkan pengelola resort untuk memperingatkan pendaki terkait api unggun dan rokok ini,’’ katanya.

Selain itu, petugas di pintu dan jalur pendakian Gunung Merbabu juga ditekankan agar memberi pengetahuan kepada pendaki. Ada lima pintu jalur pendakian Merapi yaitu Selo, Tekelan, Cuntel, Wekas, dan Suwanting.

Diungkapkan, musim kemarau sangat rawan terjadi kebakaran. Jika sudah terjadi kebakaran dan merembet ke kawasan puncak, maka sangat sulit dipadamkan. Tak ada upaya lain selain melakukan upaya antisipasi.

Apalagi pada musim liburan Lebaran ini terjadi peningkatan jumlah pendaki yang melakukan kegiatan alam di kawasan Gunung Merbabu. Pihaknya pun meminta masyarakat dan pendaki untuk berhati-hati dan tidak berbuat ceroboh dengan api.

Kasus 2015

Pihaknya juga mengingatkan kembali kasus kebakaran hutan Gunung Merbabu tahun 2015 lalu. Upaya pemadaman mengalami kesulitan karena medan berat dan tiupan angin kencang. Akibat amukan si jago merah itu, kawasan hutan seluas 600-an hektare rusak.

Johan, sapaan Johan Setiawan menyatakan antisipasi kebakaran hutan Gunung Merbabu dilakukan bersama masyarakat dan instansi terkait. Yakni melakukan deteksi dini bersama jajaran Muspika, patroli intensif bersama masyarakat, kampanye deteksi dini dan memasang papan-papan imbauan.

Johan juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk patroli secara rutin. ''Patroli dilakukan oleh Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut dan komponen lainnya. Secara bergantian, mereka berpatroli untuk mendeteksi dini kemungkinan munculnya titik api,’’ jelasnya.

Kampanye pengendalian kebakaran terus dilakukan, juga mengajak masyarakat utamanya di desa-desa penyangga untuk berperan serta bersama-sama patroli di kawasan hutan. Selain itu, kompenen terkait aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang dijumpai di pinggir kawasan maupun pengunjung atau pendaki.

‘’Langkah ini diharapkan membuat kondisi di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu tetap aman dan lestari tanpa ada kejadian kebakaran,’’ tandasnya.


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)