• KANAL BERITA

Warga Wonogiri Diminta Waspada Kebakaran

Foto: Mobil pemadam kebakaran dikerahkan saat memadamkan api yang membakar hutan di Gunung Gandul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Foto: Mobil pemadam kebakaran dikerahkan saat memadamkan api yang membakar hutan di Gunung Gandul, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Sejumlah kasus kebakaran terjadi di musim kemarau. Beberapa di antaranya berupa kebakaran hutan dan tegalan akibat aktivitas pembakaran sampah di tepi hutan. Oleh karenanya, masyarakat diminta mewaspadai musibah kebakaran di musim kemarau.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri Joko Santoso mengungkapkan, paling tidak ada dua kebakaran yang ditangani pemadam kebakaran, selama musim kemarau ini.

"Pada 24 Juni kemarin ada kebakaran dua hektare kebun jati di Desa Kedungdadap, Kecamatan Eromoko. Tanggal 8 Mei lalu ada kebakaran rumah di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo. Selain itu ada beberapa kebakaran kecil, hanya tidak dilaporkan kepada kami," katanya, Senin (26/6).

Sejak awal tahun 2018 lalu, pihaknya telah menangani delapan kasus kebakaran. Antara lain kebakaran mobil di perempatan Ponten, Wonogiri kota pada 9 Januari lalu, kebakaran mobil di Tirtomoyo pada 10 Januari, kebakaran kandang sapi di Kecamatan Ngadirojo pada 11 Maret, kebakaran rumah di Baturetno pada 12 Maret, dan kebakaran dapur di Kecamatan Girimarto pada 13 Maret.

"Selain itu, kami juga membantu memadamkan kebakaran di Pasar Jatiyoso Karanganyar tanggal 25 Juni kemarin," ujarnya.

Dia meminta kepada masyarakat segera menghubungi pemadam kebakaran jika ada kasus kebakaran.

"Meskipun apinya baru kecil, langsung lapor kepada kami. Langsung menghubungi nomor telepon kami 0273 322013. Kalaupun apinya sudah padam, tetap laporkan kepada kami," pintanya.

Pihaknya juga mengimbau agar tidak membakar sampah di tepi hutan. Pasalnya, beberapa kasus kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh keteledoran saat membakar sampah. Salah satu contohnya kebakaran lahan di Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri dan kebakaran hutan di Gunung Gandul, Kecamatan Wonogiri, tahun lalu. 

"Kebakaran lahan terkadang justru karena faktor kesengajaan. Membakar ranting dan sampah, kemudian apinya meluas. Selain berbahaya, asapnya akan mengganggu masyarakat lainnya. Kalau mau membakar sampah harus ditunggu sampai apinya benar-benar padam," ujarnya.

Pihaknya mengaku mengalami kendala apabila kebakaran terjadi di daerah yang jauh dari pusat kabupaten. Pasalnya, waktu tempuh kendaraan pemadam kebakaran bisa hampir satu jam. Oleh karenanya perlu dibangun pos-pos pemadam kebakaran di daerah-daerah. UPT Pemadam Kebakaran Wonogiri saat ini mempunyai enam unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki penyuplai air. Adapun personel pemadam kebakarannya sebanyak 62 orang. 


(Khalid Yogi/CN42/SM Network)