• KANAL BERITA

Empat Prodi UIN Suka Diakui ASEAN

UIN Sunan Kalijaga Tuan Rumah Asian Islamic Universities Association

Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) akan menjadi tuan rumah konferensi perguruan tinggi Islam se-Asia atau Asian Islamic Universities Association (AIUA). Konferensi ini akan berlangsung empat hari,  2 - 5 Juli 2018.

“Pertemuan AIUA ini sangat penting karena akan membahas dan menyepakati pedoman serta instrumen sertifikasi atau akreditasi pendidikan dan jurusan ke-Islaman,” kata Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi.

Menurut Yudian, konferensi AIUA akan mempertemukan sekitar 1000 akademisi wakil dari 100 perguruan tinggi Islam di Asia. Dalam kesempatan itu,  UIN Suka akan memperkenalkan konsep Islam Nusantara.

Yudian menilai, acara ini menjadi momen tepat untuk mengenalkan, memahamkan, dan mempromosikan Islam Nusantara.

“Islam Indonesia oleh dunia diakui sebagai wajah Islam yang membawa cinta kasih, toleransi, dan saling menghormati dengan agama lain. Dunia ingin mencontohnya,” kata Yudian.

"Dunia juga melihat kebaikan Islam Nusantara yang selama ini tidak pernah ikut campur terhadap gejolak di negara lain seperti sikap negara-negara Islam di Timur Tengah," lanjutnya. 

Selain sebagai tuan rumah, UIN Suka melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) juga ditunjuk sebagai sekretariat lembaga akreditasi atau sertifikasi AIUA.

Sebelum gelaran konferensi AIUA, UIN Suka akan menerima kunjungan delegasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) yang memberikan sertifikasi akreditasi A untuk empat fakultas di UIN Suka pada 26-28 Juni 2018. Empat program studi yang diakui ASEAN tersebut, yaitu Program S2 Interdisciplinary Islamic Studies (ISS), Program Studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Program Studi S1 Akidah dan Filsafat Islam, dan Program S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

“Pengakuan tingkat ASEAN ini merupakan bukti UIN Sunan Kalijaga terus melakukan perbaikan mutu demi mencapai status perguruan tinggi Islam tingkat Internasional,” kata Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Muhammad Fakhri Husein.


(Kemenag/CN41/SM Network)