• KANAL BERITA

Nekat, Empat Bus Bodong Dikandangkan

Deretan bus Akap jurusan Jakarta dibersihkan kru di terminal Delanggu, sebelum berangkat, Sabtu (23/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Deretan bus Akap jurusan Jakarta dibersihkan kru di terminal Delanggu, sebelum berangkat, Sabtu (23/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Empat bus bodong yang tidak dilengkapi surat jalan dikandangkan Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, saat terpergok hendak mengangkut penumpang arus balik ke berbagai kota.

''Empat bus itu tidak dilengkapi dokumen sama sekali. Jadi nekat,'' ungkap Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Joko Suwanto, Sabtu (23/6).

Sejak awal Dishub sudah berkomitmen menindak tegas bus yang tidak lengkap sebab bisa membahayakan penumpang. Sebelum dan selama penyelenggaraan arus mudik lebaran, pihaknya terus mengecek kelayakan dan kelengkapan kendaraan angkutan umum, terutama angkutan orang.

Pengecekan sejak 21 sampai 22 Juni telah diperiksa 61 angkutan umum. Dari jumlah itu ada enam kendaraan angkutan orang yang ditindak. Tiga diambil tindakan oleh Sat Lantas Polres Klaten dan tiga lainnya oleh Dinas Perhubungan karena uji kir sudah terlambat. Enam bus diberikan tilang dan membuat surat pernyataan untuk tidak nekat beroperasi.

Selain itu, selama operasi pengamanan arus mudik dilaksanakan, ada empat bus tanpa dilengkapi dokumen apa pun. Empat bus itu ditemukan di jalan dan saat diperiksa tidak mampu menunjukkan satu lembar surat pun. Empat kendaraan dilarang beroperasi dan dikandangkan di terminal Ir Soekarno, Klaten Selatan.

Kru bus, kata Joko, boleh pulang setelah dimintai keterangan dan bus ditinggal. Semua merupakan bus luar kota atau antar kota antar provinsi (Akap) dengan trayek ke Jakarta. Bus-bus itu diduga hendak mencari kesempatan pada momentum lebaran setahun sekali. Namun dapat ditangkap petugas sebab sebagian merupakan bus dengan tulisan pariwisata.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)