• KANAL BERITA

Wonogiri Mulai Produksi Kopi Berkualitas

BIJI KOPI : Sular (58) petani kopi Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri sedang menyortir biji kopi, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
BIJI KOPI : Sular (58) petani kopi Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri sedang menyortir biji kopi, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Sejumlah petani kopi di Kabupaten Wonogiri kini mulai intensif memproduksi kopi pilihan. Sebelumnya, mereka hanya asal memanen sehingga banyak biji kopi belum matang yang ikut terpetik. Beberapa pecinta dan produsen kopi juga ikut membina petani agar mampu menghasilkan kopi berkualitas.

Salah satunya dilakukan Sular (58) petani kopi Dusun Sumber, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto. Dia kini hanya memanen kopi yang benar-benar matang. "Dulu, saya panennya hanya asal ambil. Setelah dapat pembinaan dari Mas Bagus (seorang produsen kopi Wonogiri) sekarang ambilnya hanya yang benar-benar matang," ujarnya.

Sular telah menanam kopi sejak sekitar 1990 silam. Sekarang, dia memiliki 200 batang pohon kopi di lahan seluas dua hektare. "Kopi saya tanam dengan sistem tumpang sari, di antara tanaman sayuran, wortel, kubis, tembakau dan lain-lain," ujarnya.

Sebatang pohon kopi mampu menghasilkan sekitar 15 kilogram biji kopi setiap musim panen. Dia kini hanya memilih buah kopi yang benar-benar matang untuk dipetik. Setelah dipetik, kopi dikupas untuk dipisahkan antara kulit dan bijinya.

Biji kopi kemudian dijemur selama sepuluh hari. Setelah benar-benar kering, biji tersebut ditumbuk untuk memisahkan antara biji dengan kulit kerasnya. Biji kopi kering siap digoreng kemudian diolah menjadi kopi bubuk.

Terpisah, pengelola Wonogiri Coffee House (WonogiriCH), Bagus Adi Santoso  berkeinginan kopi Wonogiri menjadi oleh-oleh yang mampu mengangkat kekhasan masing-masing daerah penghasil kopi di kabupaten tersebut.

"Kami pernah berdiskusi dengan Ibu Verawati Joko Sutopo (ketua Tim Penggerak PKK Wonogiri). Tanaman kopi Robusta dan Arabica banyak ditanam di daerah dataran tinggi, seperti Girimarto, Jatipurno, Slogohimo, dan Bulukerto. Kalau bisa dijadikan oleh-oleh khas Wonogiri, itu bagus sekali," terangnya.

Pihaknya kini membina beberapa petani agar memanen kopi terbaik sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas. Antara lain Sular, petani kopi arabica Desa Conto, Kecamatan Bulukerto dan petani kopi robusta lain di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto. Dia kemudian mengolahnya menjadi produk Kopi Pak Sular dan Kopi Brenggolo.

 Kopi Pak Sular dijual dengan harga Rp 30.000 dengan kemasan 100 gram. Adapun Kopi Brenggolo dijual dengan harga Rp 20.000 dengan kemasan 100 gram. 

"Dalam sehari, kami menjual sekitar 2-3 kilogram kopi. Lebaran ini banyak pemudik yang beli kemudian dibawa ke Jakarta, Yogyakarta, Solo dan sebagainya," katanya.


(Khalid Yogi/CN19/SM Network)