• KANAL BERITA

Sanksi Denda Diminta Dikaji Ulang 

Terkait Karcis Parkir yang Hilang di Bandara

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Denda karcis parkir hilang yang ditetapkan pengelola Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dinilai memberatkan dan kemahalan. Karenanya, PT Angkasa Pura I (AP I)diminta mengkaji ulang besaran denda yang harus ditanggung konsumen atau masyarakat di bandara.

Terdata, bagi pengendara motor yang menghilangkan karcis parkir dikenakan denda Rp 100 ribu, mobil Rp 200 ribu, minibus Rp 250 ribu, dan truk Rp 300 ribu. 

Ketua Bidang Pengabdian dan Pelayanan Masyarakat, Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jateng Abdul Mufid mengaku sepakat pengelola bandara Ahmad Yani untuk memberikan sanksi denda supaya pengendara motor, mobil, dan kendaraan lainnya disiplin. Namun, ia tidak sependapat dengan besaran denda. 

"Terlalu berlebihan dan memberatkan, kalau denda yang dijatuhkan kepada pengendara mobil Rp 200 ribu. Perlu diketahui, mereka yang parkir mobil di bandara itu tidak hanya orang-orang berduit, bisa saja mereka ini sopir pribadi, atau hanya sekadar mengantarkan kerabat atau tetangganya," jelas Abdul saat dikonfirmasi kemarin, terkait denda karcis parkir mobil yang hilang di bandara.

Faktor risiko kehilangan ini bermacam-macam, ada hilang karena terselip, jatuh, dan lainnya. 

Sebagaimana diketahui, pada Rabu (20/6) lalu ada pengendara mobil asal Salatiga saat mengantarkan anaknya di bandara dikenakan denda Rp 200 ribu karena karcis parkirnya hilang. Total, ia mengeluarkan biaya Rp 206 ribu, sebesar Rp 6 ribu di antaranya untuk biaya parkir.

Abdul menilai penentuan besaran denda itu memang kewenangan otoritas bandara. Meski demikian, tidak ada salahnya besaran denda ini dirumuskan bersama dengan lembaga perlindungan konsumen. 

"Ketika denda itu terkait pelayanan masyarakat, tidak ada salahnya kerja sama dengan lembaga perlindungan konsumen,'' ungkapnya.

Pihaknya menilai besaran denda itu perlu dikaji ulang, atau dirumuskan bersama. Sebab, masalah ini tidak hanya menyangkut kepentingan pengelola bandara tapi juga kepentingan konsumen.

Menanggapi kejadian ini, Tim Leader Angkasa Pura Supports (APS) Wanto membenarkan adanya pengunjung yang kehilangan karcis. Namun, masalah itu sudah bisa selesaikan setelah yang bersangkutan bersedia membayar administrasi sesuai ketentuan yang ada. Kebijakan parkir bandara didasarkan atas aturan yang dibuat AP I.

''Kebijakan parkir bandara, kendaraan hanya dapat keluar dengan dua cara memperlihatkan tiket dan membayar biaya parkir. Bila tidak ada maka harus membayarnya dengan denda, kami hanya pihak ketiga selaku pelaksana di lapangan,'' ujar Wanto, Jumat (22/6).

Wanto mengaku, sebelumnya ia telah memberi kesempatan pengunjung tersebut untuk mencari tiket yang hilang. Baik di dalam mobil maupun kawasan dalam bandara. Bahkan untuk menyelesaikan permasalahan itu, loket pintu penarikan karcis keluar tempat kejadian itu terpaksa ditutup. Penutupan berlangsung sekitar 20 menit.

''Kami alihkan mobil-mobil di belakangnya yang hendak keluar ke loket lainnya. Pada saat mengenai denda, kami meminta identitas STNK, SIM dan KTP yang bersangkutan,'' katanya. 

Sebagai bukti, pihaknya juga memberikan struk pembayaran denda. Supervisor Parkir PT Angkasa Pura I, M Arif Eko menyatakan, pengunjung harusnya memperhatikan papan rambu tarif dan peringatan yang sudah terpasang di sisi kanan palang pintu loket masuk bandara. Itu telah diberlakukan sejak adanya perpindahan dari terminal lama bandara ke terminal baru.

''Di papan itu, kami juga meminta agar pengunjung berhati-hati menyimpan karcisnya. Tulisan di papan tersebut juga masih terlihat di malam hari karena menyala bila tersorot lampu. Peringatan dan denda parkir pun sebenarnya telah tertulis di belakang karcis,'' ujar dia. 

Menurut Eko, kehilangan tiket parkir merupakan kejadian yang kesekian kalinya. Namun, komplain di media sosial merupakan yang pertama kalinya. Kejadiannya didominasi pengendara roda empat.

''Kami memberikan toleransi kepada mereka yang kehilangan tiket parkir. Bila karcis ditemukan maka uang denda bisa dikembalikan,'' jelasnya. 


(Royce Wijaya/CN39/SM Network)