• KANAL BERITA

Gujati Pelopori Penanaman Toga

KAMPUNG TOGA: Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo Hj. Etty Suryani Wardoyo Wijaya meninjau dan meresmikan kampung toga di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
KAMPUNG TOGA: Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo Hj. Etty Suryani Wardoyo Wijaya meninjau dan meresmikan kampung toga di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Direktur utama PT Gujati 59 A Agung Shusena mendorong masyarakat, terutama di desa-desa, guna memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat keluarga atau toga. Menurut dia, banyak manfaat yang bisa diambil dari penanaman tanaman sejenis empon-empon itu di pekarangan.

Misalnya, kalau anggota keluarga mengalami gejala sakit seperti batuk, pilek, panas, dan capek-capek atau keseleo bisa diambilkan tanaman obat di situ sebagai pencegahan awal. Atau dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. "Kami juga siap menampung berbagai tanaman obat dari pekarangan rumah dalam jumlah banyak dan kontinu atau terus menerus sebagai bahan baku jamu," kata Agung kemarin.

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo Hj. Etty Suryani Wardoyo Wijaya meresmikan Program kampung toga di Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Gupit merupakan salah satu percontohan Kampung Toga yang dipelopori pabrik jamu PT Gujati 59. Menurut Agung Shusena, program kampung toga bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan rumahnya untuk hal yang bermanfaat salah satunya dengan menanam toga.

Dalam gerakan menanam toga, kata dia, antara Desa Gupit dan PT Gujati diharapkan terjadi simbiosis mutualismisme. Dimana warga dapat menjual hasil panen toga kepada perusahaan jamu itu sehingga dapat menambah pendapatan desa.

Hj. Etty Suryani Wardoyo mengatakan, zaman sekarang masyarakat sudah menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan dengan herbal. Oleh karena itu dengan menanam toga di halaman pekarangan rumah masing-masing maka akan bermanfaat untuk kesehatan diri sendiri.

Istri Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya itu mengapresiasi kinerja PT Gujati 59 yang telah memelopori program kampung toga. Pihaknya berharap, program toga tidak hanya sampai di Desa Gupit saja, tetapi juga bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Kecamatan Nguter. "Masyarakat dapat bekerja sama dengan PT Gujati dengan memanfaatkan halaman kecil atau menanam toga di polibag," tandasnya.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)