• KANAL BERITA

Pemindahan Warga Penolak Bandara, Polres Siapkan 416 Personil

Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

KULONPROGO, suaramerdeka.com - Penuntasan pengosongan lahan untuk pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo dengan pemindahan warga penolak yang masih tetap bertahan di dalam wilayah Izin Penetapan Lokasi (IPL) direncanakan dilakukan setelah Lebaran ini. Polres Kulonprogo menyiapkan 416 personil untuk pelaksanaannya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, pada prinsipnya, Polres siap mengamankan pemindahan warga yang masih menolak pembangunan bandara. Meski demikian, kapan waktu pelaksanaanya akan dicari waktu yang tepat.

"Kami sudah siapkan personil, materiil, sarana dan prasarana yang cukup, untuk mendukung kegiatan yang akan dilakukan," kata AKBP Anggara, pekan kemarin.

Mengenai sistem pengamanan yang akan diterapkan, akan disesuaikan dengan perkembangan terakhir. Namun AKBP Anggara memastikan, personil yang ditugaskan akan menjunjung tinggi humanisme dan tidak bersenjata api, sehingga mengurangi kemungkinan adanya pihak-pihak yang mempolitisir hal tersebut.

Dalam pengamanan pemindahan warga, Polres akan tetap menggunakan upaya persuasif, dilakukan pendekatan-pendekatan dan komunikasi. AKBP Anggara meyakini dan percaya bahwa ruang dialog masih terbuka sehingga pihaknya masih bisa memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban pada saat pelaksanaan pemindahan.

"Kalau tidak ada perubahan kami siapkan sebanyak 416 personil. Kami akan minta bantuan dari Polda apabila kita pandang kurang, tetapi sejauh ini yang kami siapkan dari Polres Kulonprogo 416 personil," tuturnya.

AKBP Anggara menambahkan, pengamanan akan dilakukan secara terbuka dan tertutup, melibatkan personil Sabhara, Lalu-lintas, Intelejen, dan Reserse. Selain itu juga didukung personil dari Kodim 0731/ Kulonprogo dan Polda DIY.

Sebelumnya, Dirut PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengungkapkan, saat ini masih 31 rumah dihuni 37 keluarga yang bertahan di dalam IPL NYIA. Direncanakan, pemindahan warga akan dilakukan setelah Leberan. Menurutnya, upaya pengosongan lahan dan pembangunan bandara sudah tidak bisa mundur lagi mengingat harus mengejar target operasional pada April 2019.


(Panuju Triangga/CN39/SM Network)