• KANAL BERITA

Lomba Getek, Anak Muda Diajak Berpartisipasi

Foto: Para peserta Festival Getek Tradisional di Rawa Jombor mengayuh geteknya secepat menuju garis finish, Selasa (19/6).(suaramerdeka.com/Merawati Sunantri)
Foto: Para peserta Festival Getek Tradisional di Rawa Jombor mengayuh geteknya secepat menuju garis finish, Selasa (19/6).(suaramerdeka.com/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka.com – Tahun ini, 196 tim ambil bagian pada Festival Getek Tradisional di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Selasa (19/6). Festival tahunan dalam rangka pekan Syawalan itu dihadiri wisatawan dari dalam dan luar Klaten.

Begitu dilepas dari garis star, masing-masing peserta yang terdiri atas dua orang langsung mengayuh getek sepanjang  4 meter secepat mungkin menuju garis finish. Keseruan terjadi kala panonton memberikan semangat kepada para peserta.

Kegiatan dibuka Bupati Sri Mulyani dengan pelepasan peserta lomba. Tampak hadir Sekda Jaka Sawaldi, Asisten 2 Sekda Klaten Purwanto AC, Kepala Disparbudpora Pantoro, Kepala Bappeda Sunarno, Kabag Umum Amin Mustofa dan seluruh camat di Klaten.

Bupati Sri Mulyani mengatakan bahwa getek merupakan alat transportasi tradisional warisan leluhur yang sering digunakan di daerah perairan. Getek hingga kini masih eksis dan banyak digunakan masyarakat, termasuk di sekitar Rawa Jombor.

‘’Dulu, getek menjadi alat transportasi masyarakat yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan. Pemkab Klaten mengapresiasi festival getek yang bisa mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai getek,’’ ujar dia

Event Tahunan

‘’Festival Getek Tradisional 2018 diikuti 198 peserta dari umum dan pelajar perwakilan 26 kecamatan, Koramil, Polsek, OPD dan 18 desa se-Kecamatan Bayat,’’ kata Nurdin, Kades Krakitan, selaku Ketua Panitia event tahunan tersebut, Selasa (19/6).

Dia menambahkan, peserta festival getek tradisional tersebut terdiri atas 52 tim putra putri perwakilan dari 26 kecamatan se- Klaten, 52 tim pelajar putra putri, 26 tim Koramil, 26 tim Polsek, 22 tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 18 tim desa se-Kecamatan Bayat.

‘’Panitia menyediakan hadiah piala dan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara 1 baik putra maupun putri, kelompok umum maupun pelajar mendapatkan uang pembinaan Rp 3.500.000, Juara 2 mendapat Rp 2.500.000 dan Juara 3 Rp 1.500.000. Sedangkan juara harapan 1 dan 2 mendapat Rp 1 juta,’’ ujar Nurdin.

Sementara itu, Camat Bayat, Edy Purnomo menegaskan festival getek tradisional 2018 mengambil tema ‘’Kita Lestarikan Budaya Syawalan melalui Lomba Getek tradisional’’.  Lomba bertujuan menanamkan rasa cinta wisata bahari dan mendukung pelestarian getek di Kabupaten Klaten.

‘’Kayuh getek menjadi olah raga yang mudah dan murah bagi masyarakat dan pelajar, sekaligus melestarikan warisan leluhur. Juri beradal dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten dan Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan Bayat,’’ ujar Edy Purnomo.


(Merawati Sunantri/CN42/SM Network)