• KANAL BERITA

Dibanding Bikin Poros, Masyarakat Butuh Pendidikan Politik

Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Mendagri Tjahjo Kumolo menilai dibanding membangun poros-porosan lebih baik ada hal yang lebih substantif yang dikedepankan dalam dinamika menjelang Pemilu 2019. Hal tersebut dikatakan Tjahjo Kumolo di sela-sela pelantikan Komjen M Iriawan sebagai penjabat Gubernur Jabar di Bandung, Senin (18/6).

"Masyarakat jangan malah dihujani propaganda yang isinya bersifat fitnah atau ujaran kebencian, karena sebaiknya adu konsep, adu gagasan, dan adu program," tandasnya.

"Karena yang ada adalah poros Indonesia, jadi janganlah membuat poros A, B, dan poros C, gak ada, semuanya sama," imbuh Tjahjo Kumolo.

Pihaknya mengingatkan bahwa dalam pesta demokrasi lima tahunan itu, hal yang perlu ditekankan adalah memberikan kebebasan masyarakat dalam menentukan suaranya.

"Lebih baik kita berikan pendidikan politik yang baik, soal pilihan kita bisa sama tapi juga bisa beda, tapi nanti itu di TPS. Mau teriak-teriak juga itu ada waktunya pas kampanye, sekarang jangan memecah," katanya.

Disinggung pelaksanaan Pilkada yang disebutnya bernuansa Pilpres, Tjahjo menyebut bahwa pesta demokrasi lima tahunan itu bakal berlangsung aman.

"Sebanyak 171 Pilkada ini beraroma Pileg dan Pilpres, tapi ini wajar bagian dari dinamika karena kami yakin aparat pun sudah siap mengantisipasinya," tandasnya.

Disebutkan, secara persiapan, Pilkada serentak itu juga tak ada masalah. Pembatalan pelaksanaan Pilkada pun hanya bisa disebabkan faktor bencana alam, dan titiknya pun diperkirakan tak signifikan.


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)