• KANAL BERITA

Pengelola Wisata Larang Pengunjung Mandi di Pantai Selatan

Sejumlah remaja mengisi liburan dengan asyik bermain olahraga bola voli di Pantai Ambal, Kecamatan Ambal Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Sejumlah remaja mengisi liburan dengan asyik bermain olahraga bola voli di Pantai Ambal, Kecamatan Ambal Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sebagian warga Kebumen masih meyakini bahwa jika belum mandi di pantai, maka momen Lebaran belum lengkap. Maka tak heran jika, kebiasaan yang tergolong bahaya ini masih dianggap biasa oleh sebagian masyarakat Kebumen.

Larangan mandi di pantai, sebetulnya sudah diberikan pengelola wisata dengan memasang papan larangan mandi di sejumlah tempat wisata pantai. Kenyataannya, para pengunjung sering menganggap remeh karena merasa  bisa berenang dengan baik.

Hal inilah salah satu sebab, mengapa di pantai selatan Kebumen kerap terjadi korban terseret ombak.

Seperti dialami seorang remaja asal Desa Kedungbulus, Kecamatan Sempor yang terseret ombak Pantai Bopong, Kecamatan Puring, Sabtu (16/6) sekitar pukul 14.30 WIB.  Remaja berinisial IB (14) yang masih berstatus pelajar beruntung bisa selamat dari maut. Korban yang saat itu sedang mandi di pantai  tiba-tiba tidak bisa menguasai gulungan ombak pantai selatan. Dia pun sempat terseret hingga ke tengah, namun beruntung berhasil diamankan.

Korban yang saat itu terseret belasan meter itu berhasil meraih ban mobil yang diikat tali dan dilemparkan tim SAR. Saat itu suasana pantai Bopong terbilang ramai. Kurang lebih 2.500 pengunjung memadati obwis, yang kebetulan digelar hiburan musik dangdut.  Saat berhasil menepi, korban menjadi tontonan wisatawan lainnya. 

"Sebenarnya kami sudah mengimbau kepada pengunjung pantai untuk tidak mandi. sudah melakukan patroli jalan kaki mengimbau pengunjung agar tidak mandi di pantai. Namun korban tidak mengindahkan imbuan tersebut," ujar personel Sat Polairud Polres Kebumen,  Brigadir Wahyono, bersama rekan kerjanya Brigadir Uun Raharjo.

Larangan mandi di pantai sebenarnya bukan hanya berlaku di Pantai Bopong saja. Di seluruh obwis pantai di Kebumen yang membentang dari barat ke timur menerapkan larangan mandi pantai.Perairan laut Kebumen berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Hal inilah, mungkin membuat gelombang di paraian Kebumen terkenal ganas. Pantai selatan  mamiliki ombaknya cukup besar sehingga sangat berbahaya jika mandi di pantai.
    
10 Kejadian

Memang korban kecelakaan laut di wilayah Kebumen cukup tinggi. Berdasarkan data Polres Kebumen, pada tahun 2018, total terdapat 10 kejadian. Dari data itu, tiga dinyatakan hilang dan tujuh lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar, melalui Kabag Ops Polres Kebumen, AKP Cipto Rahayu mengatakan, sebagai angka yang lumayan serius. Kecelakaan laut, didominasi karena korban sengaja mandi di pantai saat berwisata.

“Data yang kami rangkum, para korban tewas karena sengaja mandi di pantai saat berwisata," kata AKP Cipto Rahayu.

Ada pun peristiwa laka laut yang paling mengejutkan belum lama ini yaitu, anak dan bapak warga Kecamatan Kutowinangun tewas terseret ombak saat mandi di pantai Laguna Mirit, Minggu (22/4). Dalam peristiwa itu, anaknya yang bernama M Ekbal (14) Ardiyansah sampai saat ini belum ditemukan tubuhnya. Sedangkan Ayahnya Suharmanto, tubuhnya berhasil ditemukan, namun dalam keadaan sudah tidak bernyawa pada hari yang sama.

"Kepada pengunjung, kami harapkan untuk tidak mandi di pantai. Sudah terlalu banyak korban,” ungkap AKP Cipto Rahayu.

Sementara itu, pada H + 3 lebaran, pengunjung di objek wisata pantai melonjak. Dengan mulai melonjaknya pengunjung pantai, polisi melakukan pengamanan di objek wisata tersebut. Personel akan mobiling melakukan patroli jalan kaki di sana. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para pengunjung kami minta tidak mengenakan perhiasan yang menyolok," ujarnya. 


(Supriyanto/CN40/SM Network)