• KANAL BERITA

ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan di Nangarhar

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

KABUL, suaramerdeka.com - Kelompok teror ISIS mengklaim bahwa ledakan bom mobil di Nangarhar, Afghanistan pada Sabtu (16/6), yang menewaskan 26 orang adalah ulah mereka.

Media milik ISIS Amaq mengungkapkan hal tersebut tak lama setelah ledakan terjadi. Pihaknya menyatakan bom itu menarget pertemuan pasukan Afghanistan, namun tidak memberikan detail lebih lanjut.

Dilansir dari Reuters, Taliban pun menegaskan tidak bertanggungjawab atas bom mobil yang terjadi di hari kedua Idul Fitri tersebut.

Seperti diberitakan, sebuah bom mobil meledak di sebuah pertemuan pasukan bersenjata Taliban dan Afghanistan di Nangarhar. Padahal, tentara dan gerilyawan di wilayah lain di negara itu tengah merayakan gencatan senjata Idul Fitri yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Puluhan militan Taliban yang tak bersenjata sebelumnya telah memasuki Kabul, ibu kota Afghanistan dan kota-kota lain untuk merayakan Idu Fitri. Tentara dan militan bahkan saling bertukar pelukan dan mengambil swafoto di ponsel pintar mereka.

Namun, di beberapa provinsi, para pemberontak membawa peluncur roket, granat dan amunisi lainnya.

Attaullah Khogyani, juru bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, membenarkan bahwa sebuah bom mobil bertanggung jawab atas serangan di kota Ghazi Aminullah Khan, di jalan utama Torkham-Jalalabad. Dia sebelumnya mengatakan granat roket yang harus disalahkan, alih-alih bom mobil.


(CNN/CN39/SM Network)