• KANAL BERITA

Harga Daging Ayam dan Sapi Melonjak Tajam

Pedagang daging ayam di Kota Kecamatan  Delanggu sedang   melayani penjual, Kamis (15/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Pedagang daging ayam di Kota Kecamatan Delanggu sedang melayani penjual, Kamis (15/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Harga daging ayam dan sapi di Kabupaten Klaten mengalami lonjakan tajam seperti tanpa aturan. Antara pedagang satu dengan yang lain menaikkan tak sama di H-1 lebaran.

''Harga daging sapi yang bagus sampai Rp 150.000 per kilo gram,'' ungkap Yati, pemilik warung makan di Kota Kecamatan Delanggu, Kamis (14/6). 

Dikatakannya harga sebesar itu terjadi sudah sejak dua hari lalu. Namun anehanya antar pedagang tidak sama. Ada yang masih Rp 120.000,-, tetapi ada yang sudah Rp 150.000,-/kilo gramnya. Padahal sebelumnya hanya Rp 110.000,-. Tidak jelas alasan pedagang, sebab mereka  hanya beralasan dari jagal sudah naik. 

Bagi usaha warungan itu memberatkan sebab harga soto sapi tidak mungkin dinaikan lebih tinggi. Bisanya hanya mengurangi komponen lain seperti mengurangi nasi atau minumannya. Eni, warga Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari mengatakan harga daging ayam juga naik tidak jelas. Ada yang menjual dengan harga Rp 45.000,-/kilo gramnya, tetapi ada yang masih Rp 40.000,-/kilo gramnya. Sebelumnya hanya di kisaran Rp 34.000,-. 

''Antara pedagang satu dengan lainnya berbeda,'' katanya. 

Dirinya terpaksa membeli dengan harga Rp 45.000 sebab memang sedang butuh daging untuk persiapan lebaran. Padahal ternyata ada pedagang lain yang masih menjual Rp 40.000,- dengan mutu memang lebih rendah dari yang harganya Rp 45.000,-. Kenaikan harga itu diduga karena menjelang lebaran, sehingga pedagang seenaknya menaikkan harga. Sampai-sampai tidak ada yang dijadikan patokan dan berburu untung memanfaatkan moment lebaran.

Suwarni, pedagang ayam goreng mengatakan, terpaksa menaikkan harga jual, sebab harga daging naik. Biasanya ayam goreng paha hanya Rp 4.500,-/biji dinaikkan menjadi Rp 6.000,-. Jika tidak menaikkan harga dikhawatirkan akan bangkrut. Sebab harga daging mentah sudah tinggi. 

Meski dinaikkan, konsumen di warungnya tidak masalah. Sebab masyarakat ikut memahami kenaikan harga menjelang lebaran. Kenaikan itu sudah wajar setiap tahun saat akan lebaran.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)