• KANAL BERITA

Keberadaan UU Desa Sempat Hadapi Tantangan

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Dalam empat tahun pelaksanaan UU Desa, terdapat sebuah optimisme yang coba untuk ditenggelamkan. Desa didorong agar mampu menyuarakan aspirasi dan harapannya. UU Desa hadir bukan untuk mengebiri hak dan aspirasi desa. Melainkan lebih dari itu, desa didorong untuk semakin mandiri dan demokratis.  Hal itu disampaikan Deputy Pengembangan Program dan Jaringan IRE,  Titok Hariyanto, dalam Diskusi Praktik-Praktik Penggunaan Dana Desa di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Petanahan, Kebumen, baru-baru ini.

Namun demikian, terlepas dari tujuan mulia tersebut, UU Desa menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut terkait dengan penyebab belum maksimalnya implementasi UU Desa dan PR yang harus dihadapi dalam proses implementasi. UU Desa telah memberikan otoritas bagi desa dalam melakukan kegiatan pemerintahan dan bahkan arah pembangunan desa. 

Warga desa ditempatkan dalam posisi yang mulia. Pemerintah desa mulai berhati-hati dalam proses pembangunan desa. Perubahan yang lain ialah munculnya inisiatif dari warga desa.

Selanjutnya, dia menyampaikan bahwa, masalah yang kemudian muncul ialah belum adanya peneguhan kewenangan desa. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan azas UU Desa yaitu rekognisi. Oleh karena itu, diperlukan proses konsolidasi desa sehingga desa mampu menjadi lebih maju. "Tidak hanya itu, literasi terhadap UU Desa juga perlu ditingkatkan," tandasnya.


(Supriyanto/CN40/SM Network)