• KANAL BERITA

Desa Diajak Berinovasi dalam Pembangunan

Sosiolog UGM Dr Arie Sujito menyampaikan paparan saat Diskusi Praktik-Praktik Penggunaan Dana Desa di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Petanahan, Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Sosiolog UGM Dr Arie Sujito menyampaikan paparan saat Diskusi Praktik-Praktik Penggunaan Dana Desa di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Petanahan, Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com  - Lahirnya Undang Undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa, diharpakan mampu  mendorong dan melahirkan desa yang mandiri, sejahtera, dan demokratis. Hanya saja yang menjadi masalah ialah pihak kabupaten mencoba menghalangi proses desa untuk berkembang.Untuk mengatasi hal tersebut desa diajak untuk mengambil inisiatif dan inovasi dalam membangun desa.

"Mengurus desa bukanlah hal yang sulit. Desa menjadi arena yang lebih mudah untuk dikelola. Yang kemudian perlu diperhatikan adalah membangun komitmen politik dalam proses membangun desa," ujar  Dr Arie Sujito, Sosiolog UGM dan Pengasuh Sanggar Maos Tradisi dalam Diskusi Praktik-Praktik Penggunaan Dana Desa di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Petanahan, Kebumen, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, dia  juga menekankan bahwa UU Desa dirancang bukan untuk menyulitkan desa, sebaliknya desa justru didorong untuk mampu berkembang dan mandiri.  "Desa harus diperkuat posisinya. Desa sekarang adalah subjek pembangunan, bukan lagi objek pembangunan," ujarnya.

Untuk mencapai keberhasilan dalam pembangunan, kualitas SDM yang ada di desa harus ditingkatkan. Lebih jauh, dia menegaskan untuk tidak hanya berfokus pada dana desanya saja. Tetapi bagaimana kemudian nalar atau logika yang dipakai dalam membaca desa. "Yang diperlukan adalah komitmen politik, bukan pertanggung jawaban yang memberatkan desa," tandasnya.

Diskusi yang digelar atas kerjasama Sanggar Maos Tradisi (SMT) bekerja sama dengan IRE Yogyakarta dan Formasi (Forum Masyarakat Sipil),  menghadirkan pembicara lain yakni Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat, Desa, dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kebumen Moh Amirudin, Kepala Desa Pejengkolan, Kec Padureso, Muslimah, dan Deputy Pengembangan Program dan Jaringan IRE Titok Hariyanto.


(Supriyanto/CN40/SM Network)