• KANAL BERITA

Seluruh Tol Fungsional Dibuka 24 Jam

PETA JALUR DARURAT: Menteri PUPR Basuki Basuki Hadimuljonobersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengamati peta jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang, Susukan, Kabupaten Semarang, Rabu (13/6) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
PETA JALUR DARURAT: Menteri PUPR Basuki Basuki Hadimuljonobersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengamati peta jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang, Susukan, Kabupaten Semarang, Rabu (13/6) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

SUSUKAN, suaramerdeka.com - Seluruh tol fungsional trans Jawa rencananya akan dibuka 24 jam ketika arus balik Idul Fitri 2018. Kebijakan itu diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan yang melintas tol fungsional Sragen hingga Brebes, Jateng pada menjelang akhir libur lebaran, pekan depan.

Apalagi, menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, seluruh lapisan masyarakat harus disiplin masuk kerja pada 21 Juni 2018. Sehingga pihaknya memberikan instruksi kepada pihak terkait untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar pemudik nyaman dan aman ketika melintasi jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang, Susukan, Kabupaten Semarang.

“Untuk arus balik, tanjakan sana (jalur darurat Kali Keteng-Red) lebih landai dibandingkan tanjakan ketika mudik. Kenapa dibuka 24 jam? Karena arus balik cuma tiga hari waktunya yakni 18 hingga 20 Juni 2018, sedangkan arus mudik semua tol fungsional dibuka seminggu,” kata Basuki, ketika ditemui di Jembatan Kali Kenteng, Rabu (13/6) siang.

Dari pengamatan Menteri PUPR yakin, kondisi dan situasi di sekitar proyek konstruksi Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang dapat dipastikan terang karena telah dilengkapi lampu penerangan berukuran besar.

“Makanya kita juga siapkan Jembatan Kali Kuto, supaya kendaraan tidak keluar lagi ke jalan arteri. Dengan demikian, arus balik akan lebih lancar,” tandasnya.

Basuki menyebutkan, mudik tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Bukan sebatas dari prasarananya saja, melainkan ada dukungan faktor rekayasa lalu lintas disamping kebijakan pemerintah terkait cuti libur Idul itri 2018.

“Kemudian faktor perilaku pengguna jalannya, saya kira semua berkontribusi untuk mudik ini lebih baik,” imbuhnya.

Berbicara jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang, secara teknis dijelaskan Menteri PUPR bahwa panjang jalur yang dimaksud lebih kurang 600 meter.

Adapun tanjakannya hanya 14 persen, atau mempunyai sudut elevasi sekitar 7 derajat saja bukan lebih dari 57 derajat seperti kabar yang beredar di media sosial. Dengan tingkat elevasi itu, pihaknya mengklaim desain jalur tanjakannya masih masuk kriteria aman untuk dilalui kendaraan pemudik.

“Jadi aman sekali. Kalau dengan sepeda kecil Kakorlantas bisa lewat, mobil seharusnya ya bisa lewat. Bila mobil tidak bisa, pasti kendaraannya bermasalah atau pengemudinya yang bermasalah,” tegasnya.

Bersama Menteri PUPR, ikut mendampingi Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono, Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono, Forkompimda Kabupaten Semarang, OPD terkait, dan jajaran direksi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN).

Kapolda Jateng menambahkan, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh jajaran Polres dan Polsek untuk menggelar patroli rutin di sekitar tol fungsional dari Sragen sampai Brebes. Termasuk memerintahkan anggota SAR lintas relawan gabungan untuk siaga di sejumlah titik.

“Karena tidak ada bencana, potensi SAR kita gerakkan untuk mendukung ini. Intinya kita keluarkan semuanya,” ucap dia.

Sementara untuk proses perbaikan jalur yang dinilai rusak pascadilalui kendaraan pemudik, lanjut Kapolda, mulai dikerjakan Rabu (13/6) malam. Termasuk pelapisan beton cor serta aspal di sekitar jalur darurat Kali Keteng. Tol fungsional trans Jawa khususnya ruas Salatiga-Kartasura bakal dimaksimalkan, karena alasan jalan dalam Kota Boyolali rawan macet. Belum lagi imbas penyempitan jalan di Tengaran, Kabupaten Semarang.

“Arus balik, kita akan buka mulai Senin (18/6) pukul 06.00 dari timur ke barat sampai ke Brebes. Tujuannya supaya ada waktu pemudik berangsur-angsur kembali,” tukasnya. 


(Ranin Agung/CN39/SM Network)