• KANAL BERITA

Panwaslu Kudus Usut Bagi-Bagi “Parsel” Cabup Hartini – Bowo

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

KUDUS, suaramerdeka.com – Pembagian “parsel” berupa 17 ribu sarung dan 3 ribu kerudung oleh tim pasangan cabup dan cawabup Kudus Sri Hartini dan Setia Budi Wibowo berbuntut panjang. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kudus mengindikasikan adanya pelanggaran.

Anggota Panwaslu Kudus Rifan mengatakan, Panwaslu telah memanggil pihak terkait untuk diklarifikasi. Proses klarifikasi masih berlangsung hingga Rabu (13/6) malam.

Rifan mengatakan, Panwaslu memanggil Didik, warga yang mengirim foto pembagian parsel ke Panwaslu dan Ahmad Fatih, pengunggah foto di media sosial.

Tim pemenangan Hartini – Bowo diwakili tim advokasinya Sarojo. “Untuk masalah ini yang dapat dijadikan bukti pelanggaran ika pembelian untuk diberikan dalam rangka mempengaruhi pemilih. Bisa dilihat dari akadnya, atau jika ada dalam dokumen pemberi dan penerima,” katanya.

Selain itu juga harus ada dokumen nominal harga pembelian barang. Sesuai aturan Pilkada, pemberian hadiah kepada warga oleh paslon bupati dan wakil bupati, harga per barang tidak boleh lebih dari Rp 25 ribu.

“Hasil klarifikasi ini akan kami bahan di tim Gakkumdu. Sanksinya apa tergantung nanti di pembahasan Gakkumdu,” katanya.

Terpisah. Tim Advokasi Hartini – Bowo Sarojo mengatakan, pemberian parsel atau hadiah lebaran itu murni inisiatif penanggung jawab tim pemenangan di setiap kecamatan. “Kami ada sepuluh orang penanggung jawab yang merupakan anggota DPRD dari parpol pengusung Hartini – Bowo,” katanya.

Harga sarung dan kerudung itu pun jauh di bawah ketentuan harga maksimal hadiah yang diatur oleh KPU. “Informasi yang kami terima, harga sarung berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu. Sementara kerudung harganya Rp 12 ribu. Sekilas memang terlihat harganya mahal, namun bisa dicek harga di pasaran,” katanya. 


(Saiful Annas/CN39/SM Network)