• KANAL BERITA

Kebun Buah Greneng, Wisata Alternatif Lebaran

Bupati Blora, Djoko Nugroho, meresmikan Kebun Buah Greneng, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Bupati Blora, Djoko Nugroho, meresmikan Kebun Buah Greneng, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Setelah menunggu beberapa tahun, akhirnya Kebun Buah Greneng di Dukuh Klapanan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan terbuka untuk umum. Peresmian Kebun Klapanan ini dilakukan Senin (11/6) oleh Bupati Djoko Nugroho. Kebun milik Bambang Suharto menjadi salah satu alternatif destinasi wisata selama liburan Lebaran.

‘’Setelah melakukan persiapan selama lima tahun yang penuh perjuangan. Sejak lahan masih tandus hingga kini berjalan lancar dan siap dibuka untuk umum. Kami ucapkan terimakasih atas dukungan semuanya yang telah membantu untuk mewujudkan kebun ini,’’ ujar Bambang Suharto.

Saat ini, kebun siap dikunjungi untuk masyarakat umum. Setiap harinya kebun di tepi Waduk Greneng ini akan buka mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. ‘’Setiap hari buka, nanti tiket masuknya per orang Rp 5.000,-. Bisa masuk ke kawasan kebun buah untuk jalan-jalan sekaligus hunting foto. Jika saat bersamaan ada buah yang bisa dipanen, bisa dibeli untuk pengunjung,’’ lanjut Bambang.

Sementara itu, untuk melepas lelah, di tengah kawasan Kebun Buah Greneng telah disediakan cafetaria dan toko suvenir. Pengunjung bisa melepas lelah, berkuliner untuk sekadar minum makan, dan berburu oleh-oleh. Ada pusat juga informasi di atasnya cafetaria, kemudian arena bermain anak. Tidak jauh dari kebun juga ada masjid.

Bupati Blora, Djoko Nugroho, mengapresiasi upaya pemilik dan pengelola kebun buah. ‘’Tujuh tahun yang lalu daerah ini kering dan tandus. Tidak ada yang mengira bahwa lokasi yang tandus itu kini bisa berubah menjadi kebun buah yang subur,’’ katanya.

Bupati meminta semua pihak ikut cawe-cawe memajukan objek ini. ‘’Nnanti akses jalan masuk menuju kebun akan diperbaiki. Begitu juga warga sekitar harus ikut cawe-cawe. Sambut pengunjung dengan ramah dan sopan. Jika kebun ramai maka ekonomi akan tumbuh. Tenaga kerja akan lebih banyak terserap dan warung-warung bisa didirikan di sekitar kebun oleh warga,’’ lanjut Bupati.

Luas kebun buah Greneng sekitar 26 hektare, 10 hektare di antaranya ditanami buah-buahan dan telah menghasilkan. Terdapat ribuan pohon aneka buah, seperti 1.200 kelengkeng jumbo, 190 durian montong, 2.500 pepaya kalina, 850 batang pohon jambu kristal, 80 batang pohon alpukat kendil, srikaya, sawo, jeruk dan lainnya.


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)