• KANAL BERITA

Terkendala Anggaran, PAI Belum Berbenah

Pengunjung memanfaatkan waktu bersantai di warung pedagang di bawah pohon rindang di Kawasan Objek Wisata Pagi, Minggu (10/6). (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)
Pengunjung memanfaatkan waktu bersantai di warung pedagang di bawah pohon rindang di Kawasan Objek Wisata Pagi, Minggu (10/6). (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com – Salah satu objek wisata andalan Kota Tegal, Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal, agaknya belum sepenuhnya berbenah menyambut liburan panjang Lebaran tahun ini. Padahal objek wisata ini menawarkan keindahan pantai dan keasrian tumbuhan mangrove ini selalu ramai dikunjungi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal sebagai pengelola, misalnya, belum membenahi sejumlah wahana permainan seperti Water Boom di kawasan PAI. Wahana seperti sudah tidak terurus dan tidak dimanfaatkan lagi karena beberapa fasilitas rusak.

Begitu pun anjungan yang rusak diterjang kapal tongkang belum lama ini juga dibiarkan hingga saat ini. Bangunan tersisa sepanjang 100 menjorok ke laut dari bibir pantai itu justru membahayakan siapa saja yang berada di atasnya karena tak lagi kokoh.

Mengingat libur Lebaran tinggal menghitung hari, tidak memungkinkan untuk memberbaiki itu semua. Pedagang yang menduduki kawasan tersebut pun berharap agar Pemkot bisa berbenah dan memperhatikan keberlangsungan PAI.

‘’Kalau PAI pengin tetap ramai perlu ada pembenahan dan penambahan wahana permainan. Seperti waterboom yang sudah tidak aktif,’’ kata pedagang setempat Hadi Santoso, kemarin.

Tidak Bisa Maksimal

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kota Tegal, Abdan Hari Murti, mengaku pihaknya tidak bisa maksimal dalam mengembangkan PAI. Selain karena belum ada anggaran pengembangan, lahan PAI yang dikelola Pemkot merupakan lahan milik Pelindo yang dalam beberapa tahun akan habis masa sewanya.

Pantauan di lapangan, PAI belum menawarkan wahana baru. Objek wisata kebanggaan wong Tegal itu masih mengandalkan pantai dan hutan mangrove, dan deretan warung pedagang di bawah pohon.

Keberadaan joging track sepanjang sekitar 1 km yang sempat menjadi andalan itu justru akan penuh pedagang dadakan saat kondisi ramai seperti saat akhir pekan.  Hingga kemarin, belum ada aktivitas apa pun yang dilakukan oleh pihak pengelola sebagai upaya persiapan menghadapi libur Lebaran.

Sementara untuk harga tiket libur Lebaran, lanjut Abdan, sama seperti tarif hari libur biasa. Yakni untuk dewasa Rp 3.000,- dan anak-anak Rp. 2.000,-. Dari tarif tiket masuk tersebut, pihaknya menargetkan bisa meraih pendapatan Rp 150 juta selama musim libur Lebaran.

Ia berharap pemasukan tersebut bisa menambah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) PAI tahun 2018 sebesar Rp 1,64 miliar. ‘’Target sama dengan tahun lalu yang bisa tercapai targetnya,’’ kata dia.

Sementara saat ditanya fasilitas baru apa saja yang bisa ditawarkan pengunjung PAI kali ini, Abdan tidak bicara banyak. Ia hanya mengaku ada penambahan panjang rute joging track yang sudah ada sejak tiga tahun lalu.


(Tresno Setiadi/CN40/SM Network)