• KANAL BERITA

Jalur Mulus SSB Sepi Pemudik

Sebuah pikap melintas jalur SSB di tikungan Irung Petruk, Desa Genting, Kecamatan Cepogo. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
Sebuah pikap melintas jalur SSB di tikungan Irung Petruk, Desa Genting, Kecamatan Cepogo. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Kondisi jalur alternatif Solo-Selo-Borobudur (SSB) ruas Boyolali- Magelang saat ini dicor beton sehingga mulus. Namun, tidak banyak kendaraan pemudik memanfaatkan jalur tersebut. Saat arus mudik Lebaran saat ini, suasana jalan tersebut seperti hari-hari biasa. Hanya ada satu dua kendaraan berpelat nomor luar kota melintas.

Pengguna jalan didominasi kendaraan lokal, utamanya pikap pedagang sayur. Meski demikian pada Rabu (13/6) siang, terlihat satu atau dua kendaraan pemudik berpelat nomor luar kota melintas. Jalur tersebut kini mulus karena sudah dicor beton bertulang, menggantikan jalan aspal yang telah rusak.

Pengguna jalan harus berhati-hati saat melintas jembatan darurat Grawah, Kecamatan Cepogo. Kondisi jembatan darurat ini masih sama dengan musim mudik tahun sebelumnya. Yakni hanya bisa dilalui satu lajur kendaraan roda empat dan lajur sempit untuk sepeda motor.

Akibatnya, kendaraan roda empat harus rela antre untuk melintas jembatan ini. Pengguna jalan melintas secara bergantian karena warga menerapkan sistem buka tutup jalur untuk memudahkan pengaturan lalu lintas.

Abu Merapi

Situasi lengang juga terlihat di ruas Selo yang masih sejalan dengan Cepogo pada jalur SSB. Tidak banyak kendaraan luar kota yang melintas dan jalanan kebanyakan didominasi aktivitas warga setempat.

Meski pun jalur sudah mulus, pengguna jalan diminta untuk mewaspadai abu Merapi yang belum sepenuhnya hilang. Meski tidak terlalu tebal, namun abu akan beterbangan saat jalan dilintasi kendaraan.

Pengawas Binamarga Jateng untuk SSB, Sumarwan menjelaskan, jalur SSB ruas Boyolali-Magelang sudah bagus. Jalan sudah selesai dibangun dengan cor beton bertulang. Meski pun jalur mulus, pengguna jalan tetap diminta agar waspada.

‘’Jalur ini kan banyak tikungan, jadi pengguna jalan harus berhati- hati. Hanya memang di Jembatan Grawah agak tersendat karena harus melintasi jembatan darurat,’’ katanya.

Terkait pembangunan Jembatan Grawah, dia mengungkapkan, kegiatan  proyek sementara berhenti sementara sejak 8 Juni lalu. Saat ini pekerjaan sampai pada penggalian tanah untuk beton penyangga jembatan. Rencananya, proyek akan dimulai lagi setelah 21 Juni mendatang.


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)