• KANAL BERITA

Mengarak Replika Binatang di Malam Takbiran

Anak-anak bermain di bawah replika berbentuk tokoh kartun Dora Emon yang akan diarak pada malam takbiran keliling Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. (suaramerdeka.com/Cessnasari)
Anak-anak bermain di bawah replika berbentuk tokoh kartun Dora Emon yang akan diarak pada malam takbiran keliling Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. (suaramerdeka.com/Cessnasari)

TEGAL, suaramerdeka.com - Warga Desa Harjasari, Kecamatan Suradadi,Kabupaten Tegal memiliki tradisi yang unik dalam menyambut Idul Fitri 1439 Hijriah. Pada malam takbiran nanti, warga akan mengarak replika berbentuk binatang yang memiliki ukuran raksasa keliling kampung.

Replika binatang dan tokoh kartun yang saat ini tengah disiapkan terdiri atas berbagai bentuk. Di antaranya unta, congcorang, kelelawar, babi hutan, kelinci, landak, naga, kupu-kupu, merak, elang, angsa, katak, cobra, dam dinosaurus T-Rex.

Ada juga replika buroq dan tokoh kartun seperti spongebob, tuan crab, pokemon pikatchu dan dora emon. Replika tersebut dibuat secara gotong-royong oleh warga. Biasanya warga mengerjakannya usai melaksanakan shalat tarawih hingga dini hari atau saat sahur.

Menurut warga RT 1, RW 6 Desa Harjasari, Songko (26), tradisi mengarak replika sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. ‘’Awalnya hanya mengarak replika buraq. Selanjutnya, warga berinisiatif membuat berbagai macam replika, sehingga arak-arakan semakin meriah,’’ katanya, Selasa (12/6).

Pembuatan replika tersebut dilakukan secara berkelompok. Tiap kelompok terdiri atas sepuluh hingga limabelas orang. Untuk mengarak replika tersebut, warga menggunakan traktor. Kelap-kelip lampu hias akan membuat replika tersebut semakin tampak indah di malam hari.

Sementara itu, Alex (37) warga Rt 5 Rw 6 menyebutkan, tahun ini dia dan rekan-rekannya membuat replika dinosaurus T-Rex. Untuk membuat replika T-Rex, mereka menggunakan bahan-bahan yang sederhana, seperti bambu, kertas semen dan cat minyak.

‘’Bambu digunakan untuk membuat kerangka yang selanjutnya dilapisi kertas minyak. Kertas minyak selanjutnya diwarnai menggunakan cat minyak. Kami juga memasang lampu hias sehingga mata dinosaurus bisa menyala,’’ jelas Alex didampingi  rekannya Ari.

Alex menyebutkan, replika dinosurus yang dibuatnya baru selesai diwarnai dan dalam tahap pengeringan. Setelah cat kering, mereka akan memasang dua buah kaki dan lidah dinosaurus. Proses pembuatan replika tersebut dilakukan sejak awal puasa.

Untuk membuat replika, para pemuda setempat berinisiatif  mengumpulkan iuran. Dari iuran tersebut terkumpul dana hingga Rp 1 juta. ‘’Untuk membuat replika ini butuh 50 lembar kertas semen.Selain itu bambu dan cat minyak. Biayanya  sekitar Rp 1 juta,’’ sebutnya.

Pembuatan replika setiap tahun berganti tema. Tahun lalu, kelompoknya membuat replika harimau putih. Untuk membuat replika ini warga belajar mandiri. ‘’Ini semua hasil kreativitas warga, kami belajar sendiri,’’ katanya.

Sementara itu, Radi (23) warga RT 4 RW 4 bersama sepuluh orang temannya membuat replika merak. Proses pembuatan merak setinggi 2,5 meter ini paling sulit adalah saat membuat bagian kepala.


(Cessnasari/CN40/SM Network)