• KANAL BERITA

Kakorlantas Naik Sepeda Lipat Coba Tanjakan Kenteng

Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa mengayuh sepeda lipat menaiki tanjakan jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang, Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (12/6) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa mengayuh sepeda lipat menaiki tanjakan jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang, Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (12/6) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Untuk memastikan sudut elevasi tanjakan jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang aman dilalui, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa pun mencoba menaikinya dengan mengayuh sepeda lipat di lokasi tersebut, Selasa (12/6) siang. Upaya itu dilakukan agar pemudik yang melintas bisa yakin memahami dan tidak kembali termakan oleh informasi yang tidak benar.

“Kalau dengan sepeda yang kecil ini saja mampu melewati, berarti tidak ada alasan bagi kendaraan tidak mampu naik tanjakan ini,” katanya.

Apabila ada kendaraan yang tidak mampu melewati tanjakan, pihaknya menduga hal itu disebabkan karena pengemudi yang kurang mahir. Bisa juga disebabkan karena mobil yang digunakan tidak dalam kondisi prima. Banyaknya anggota Polres Semarang dan petugas PT Wakita di lokasi itu, lanjutnya, bisa dikatakan cukup membantu.

Berbicara elevasi jalur darurat Kali Kenteng dan Kali Serang, pihaknya menilai masih aman dilalui kendaraan. Mengingat, grade kemiringan tanjakan ini hanya sekitar 10 persen saja. Ia pun membandingkan dengan tanjakan Gombel Semarang yang catatan elevasinya hampir sama dengan tanjakan Kali Kenteng, di sana setiap harinya dilalui kendaraan seluruh golongan dan semuanya kuat menanjak sampai Gombel.

Bawa Barang 

Demi keamanan dan kenyamanan dalam berkendara, Irjen Pol Royke menghimbau, seluruh pemudik untuk tidak banyak membawa barang. Apalagi sampai melebihi batas maksimal beban yang telah ditentukan.

“Kendaraan yang tidak kuat tidak melorot, karena sudah diganjal bannya oleh petugas. Disiapkan pula mobil derek, jadi jalur ini sangatlah aman dilalui,” tandasnya.

Manajer Administrasi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Fatahillah menjelaskan, dari pantauan di lokasi mayoritas kendaraan yang tidak kuat menanjak disebabkan karena faktor kemampuan pengemudi. Data PT JSN menyebutkan, ketika hari pertama dibuka dari 4.700 unit kendaraan yang melintas hanya ada 10 unit kendaraan yang tidak kuat menanjak. Kemudian hari kedua, dari 6.000an unit kendaraan yang melintas, yang tidak kuat melintasi tanjakan tercatat ada tujuh unit kendaraan.

“H-4 Idul Fitri 2018, ada empat unit kendaraan. Sementara hari ini, hanya ada dua unit kendaraan yang tidak kuat menanjak,” jelas Fatahillah.

 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)