• KANAL BERITA

Rawa Jombor Ditata, Masyarakat Diminta Siap

Kawasan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Kawasan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Bupati Klaten, Sri Mulyani, meminta masyarakat sekitar Rawa Jombor bersiap dan ikhlas atas rencana penataan kawasan rawa itu. Penataan itu tidak lain bukan untuk kepentingan sesaat tetapi untuk kepentingan masyarakat banyak dan kepentingan yang lebih luas.

Saat ini, Pemkab tengah menyelesaikan revisi memorandum of understanding (MoU) dan detail enginnering desig (DED) penataan Rawa Jombor. Penataan rawa di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat belum bisa dilakukan sebelum ada revisi.

Bupati sudah bertemu dengan Pemprov Jateng.  "Dari hasil rapat, akhir bulan ini MoU baru akan dibuat,'' jelasnya, Selasa (12/6).  

Setelah MoU dibuat konsepnya di akhir bulan ini dan selesai, maka di awal bulan Juli akan dilanjutkan dengan pembuatan DED baru dan master plan.

Anggaran untuk pembuatan DED akan dianggarkan di APBD Perubahan 2018. Selama penyusunan DED itu, Pemkab akan melakukan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat dan berbagai komponen. Bersamaan itu langkah penelusuran aset akan dilakukan sehingga asetnya jelas.

Kawasan rawa selama ini bukan aset Pemkab saja sebab ada aset pemerintah pusat mau pun Pemprov Jateng. Pemkab Klaten hanya sebagai pihak yang menjadi tempat adanya rawa.

Anggota DPRD Kabupaten Klaten asal Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Slamet Riyadi mengatakan, sejauh ini belum ada kelanjutan dan kejelasan penataan ke masyarakat. ''Terakhir masih fokus pada pembersihan enceng gondok,'' katanya.

Menurutnya rencana revitalisasi itu sudah ada sejak lama. Bahkan Pemkab sudah menyiapkan lahan di sisi selatan rawa yang semula diperuntukan bagi relokasi warung apung. Namun sampai saat ini belum jelas kapan dimulai pekerjaan fisiknya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten, Pantoro, Pemkab serius mengembangkan kawasan rawa menjadi destinasi wisata unggulan. Terutama sebagai destinasi wisata air. '' Namun dalam rangka itu diperlukan revisi MoU,'' katanya

Penataan kawasan akan dilakukan menyeluruh di lokasi aset pusat dan provinsi serta aset Pemkab Klaten, seperti bukit Sidoguro di sisi utara. Di bukit itu akan dibangun gardu pandang agar wisatawan menikmati pemandangan rawa dan pegunungan selatan.

Pemkab sudah menganggarkan di APBD 2018 sebesar Rp 1 miliar untuk membangun gardu pandang. Jika penataan kawasan rawa itu sukses, kawasan rawa akan menjadi lokasi wisata unggulan sebab memiliki pemandangan yang indah.

 

 

 

 

 

 


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)