• KANAL BERITA

Tim Gabungan Temukan Daging Sapi Gelonggongan

DAGING GELONGGONGAN: Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko memimpin pemusnahan daging sapi gelonggongan dan ayam tiren hasil dari operasi tim gabungan di Pasar Rejowinangun. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)
DAGING GELONGGONGAN: Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko memimpin pemusnahan daging sapi gelonggongan dan ayam tiren hasil dari operasi tim gabungan di Pasar Rejowinangun. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang menemukan daging sapi gelonggongan dan ayam tiren di Pasar Rejowinangun, Selasa (12/6). Temuan ini hasil dari operasi tim gabungan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa), Satpol PP, dan Polres Magelang Kota.

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengatakan, timnya menemukan 32,5 kg daging sapi gelonggongan dan 5,5 kg ayam tiren. Daging yang tak laik konsumsi ini ditemukan di 10 penjual yang ada di Pasar Rejowinangun.

 "Temuan ini hasil dari operasi yang kita gelar di pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. Di saat itulah para pedagang mulai masuk ke pasar untuk berjualan,” ujarnya di sela operasi.

Dia menjelaskan, daging sapi gelonggongan ditemukan di dua pedagang berbeda, yakni berinisial SH sebanyak 25 kg dan UM 5 kg. Sementara 1,5 kg lainnya merupakan daging sapi tak laik konsumsi yang ditemukan dari pedagang berinisial FI.

Sebelum diamankan, kita periksa dulu kadar air dan keasamannya oleh dokter hewan. Saat kami periksa di pedagang SH, semula hanya menemukan beberapa kilogram daging saja yang dipajang di atas meja dasaran, tapi kami geledah di bawah meja dan menemukan daging tak laik konsumsi,” katanya.

Eri mengutarakan, operasi ini upaya terapi kejut bagi para pedagang yang nakal dengan menjual dagangan yang tak layak konsumsi. Mereka mencari keuntungan dengan cara-cara yang tidak halal di musim prepegan menjelang Lebaran ini.

 “Dengan kegiatan ini, kami harap pedagang betul-betul menjual barang sesuai aturan, sehingga ketersediaan daging terjamin. Kami harap ketersediaan pangan di Kota Magelang sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.


(Asef Amani/CN41/SM Network)