• KANAL BERITA

Soal Tambang Rakyat, Ganjar Terima Curhat Penambang Pasir Merapi 

Foto Istimewa
Foto Istimewa

MAGELANG, suaramerdeka.com – Merapi Trans Community atau paguyuban sopir truk pengangkut dan penambang pasir, di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mengeluhkan persoalan alokasi lahan tambang rakyat saat bertemu Calon Gubernur (Cagub) Ganjar Pranowo baru-baru ini.

Ganjar menilai, perlu adanya pengaturan soal batasan areal yang jelas untuk tambang rakyat. Mana yang boleh ditambang dengan alat berat, dan mana boleh ditambang dengan alat tambang tradisional.

“Yang diinginkan para penambang yang ada di Srumbung adalah bisa mendapatkan hak untuk mengelola semacam tambang rakyat. Sebab, para penambang tradisional ini merasa kalah dengan yang modern. Kalau mereka bisa mendapatkan itu, harapannya bisa cari makan," kata Ganjar dilansir dari Radio Idola.

Ia juga mengimbau agar pengaturan batasan tersebut juga diperlukan untuk memberikan keselamatan dan keamanan kepada para penambang tradisional. Di samping, untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga, lingkungan sekitar tidak cepat rusak.

Sementara itu, terkait tarif pajak yang dinilai tinggi, Ganjar mengimbau agar hal tersebut dibicarakan dengan pemerintah daerah setempat. Sebab, pajak sebenarnya sudah ditentukan daerah masing-masing. Sementara pemprov, tidak pernah menentukan jumlah nominal pajak retribusi. Dirinya berjanji, akan membantu berbicara dengan dinas terkait, agar aturan yang ada bisa didiskusikan dan terbuka hitungannya.

"Dan satu lagi, mereka meminta bahwa ada tarif pajak yang diberikan naiknya terlalu tinggi. Ini kita akan pertemukan dengan Dinas ESDM provinsi,” imbuhnya.

Ketua Merapi Trans Community Nida Nur Affandi mengaku, sudah sejak lama pihaknya mengurus dua persoalan tersebut. Namun, belum ada solusi dan merasa dilempar ke sana kemari. 


(ER Maya/CN19/SM Network)