• KANAL BERITA

Libur Lebaran, IGD RSUD Wates Tetap Buka

RSUD WATES: Suasana RSUD Wates menjelang Lebaran, Senin (11/6). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
RSUD WATES: Suasana RSUD Wates menjelang Lebaran, Senin (11/6). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Minyikapi masa libur yang panjanga pada Lebaran 2018 ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates melakukan berbagai kesiapan pelayanan kesehatan selama cuti bersama. 

Beberapa layanan kesehatan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sejumlah instalasi lainnya tetap buka 24 jam atau tidak libur selama cuti bersama.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, drg Agung Sugiarto mengungkapkan, RSUD Wates telah melakukan kesiapan-kesiapan layanan selama masa libur Lebaran.

Berdasarkan Surat Edaran Direktur, RSUD Wates hanya libur dari Kamis (14/6) hingga Senin (18/6) dan buka kembali Selasa (19/6).

Namun libur tersebut hanya untuk bagian Administrasi Perkantoran dan Instalasi Rawat Jalan atau Poliklinik Spesialis. Sedangkan instalasi-instalasi lain tidak libur atau tetap buka. Meliputi IGD, Instalasi Rawat Inap dan Rawat Intensif, Instalasi Bedah Sentral, Instalasi Farmasi, Instalasi Radiologi, serta Instalasi Laboratorium tetap buka 24 jam. Selain itu, Instalasi Dialisis untuk pelayanan hemodialisis juga tetap melaksanakan keiatan dalam tiga shift pagi, sore, dan malam, serta melayani kasus emergensi.

“Hari Selasa (19/6) semua jajaran masuk dan melakukan ketugasan seperti biasa,” kata Agung, Senin (11/6).

Bidang Pelayanan Medis dan Pengembangan Mutu RSUD Wates, dr Sri Budi Utami mengatakan, meski bagian administrasi libur, namun tetap ada yang piket jaga dan juga ada piket manajemen. Sedangkan dokter spesialis juga tetap ada giliran visit pasien bergiliran.

Selama masa libur, lanjutnya, sentra pelayanan utama di IGD. Di instalasi ini, pasien yang masuk akan dipilah mana yang emergensi dan yang non emergensi agar jangan sampai pasien yang emergensi terganggu pelayanan pasien non emergensi.

Sri Budi menekankan, pasien BPJS yang bisa dijami di IGD hanya yang benar-benar masuk kategori kasus emergensi. Sedangkan pasien non emergensi bila ingin menggunakan jaminan BPJS dipersilahkan datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yakni Puskesmas yang buka. Namun jika ingin tetap dilayani di RSUD Wates konsekuensinya tidak dapat ditanggu BPJS atau sebagai pasien umum.

“Jadi yang bisa diklaim (BPJS) yang benar-benar kasus emergensi, karena sudah ada aturan yang sangat rinci dari BPJS. Sehingga kalau tidak emergensi jangan ke RSUD dulu tapi ke FKTP dulu,” jelasnya.

Sedangkan bagi tamu dari luar daerah atau pemudik, jika ingin menggunakan jaminan BPJS bisa ke FKTP atau langsung ke rumah sakit tetapi hanya tiga rumah sakit saja yakni RS Kharisma Paramedika (Wates), RSUD Nyi Ageng Serang (Sentolo), dan RS Rizki Amalia (Temon).

“Kasus emergensi yakni yang penyelamatan jiwa. Tapi masyarakat sering kali pengertiannya berbeda, seperti panas 38 derajat sudah menganggap emergensi, padahal belum. Intinya, kasus emergensi itu sesuatu yang mengancam jiwa, seperti kecelakaan, sesak nafas, panas lebih dari 39 derajat, pendarahan, dan kejang,” imbuhnya.


(Panuju Triangga/CN39/SM Network)